
CIREBON, (SW) — PLN UP3 Cirebon kembali menegaskan komitmennya terhadap budaya keselamatan dan kesehatan kerja melalui kegiatan Safety Committee dan Safety Alignment yang dihadiri oleh jajaran manajemen UP3 Cirebon, seluruh unit layanan pelanggan, yakni ULP Cirebon Kota, ULP Kuningan, ULP Sumber, ULP Ciledug, dan ULP Cilimus, serta para mitra kerja/vendor. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyatukan langkah, memperkuat pemahaman, dan memastikan implementasi aspek keselamatan kerja berjalan searah di seluruh lini operasional.
Safety Committee dan Safety Alignment bukan hanya menjadi ruang evaluasi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam menjalankan pelayanan kelistrikan. Dalam forum ini, seluruh peserta didorong untuk memperkuat disiplin kerja, kepatuhan terhadap prosedur, mitigasi risiko, serta meningkatkan koordinasi antarunit dan mitra kerja agar setiap pekerjaan dilaksanakan dengan aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Bagi masyarakat, penguatan budaya keselamatan ini memberikan manfaat yang sangat besar. Pekerjaan operasional ketenagalistrikan yang dijalankan dengan standar K3 yang baik akan berdampak langsung pada terjaganya keandalan pasokan listrik, meningkatnya kualitas pelayanan, serta meminimalkan potensi gangguan yang dapat memengaruhi aktivitas pelanggan. Dengan personel internal dan mitra kerja yang semakin selaras dalam menerapkan budaya keselamatan, masyarakat dapat merasakan layanan kelistrikan yang lebih andal, aman, dan profesional.
Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, menyampaikan bahwa keselamatan kerja harus menjadi nilai utama yang tertanam dalam setiap proses bisnis dan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan Safety Committee dan Safety Alignment ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh insan PLN UP3 Cirebon, unit pelaksana, hingga mitra kerja memiliki pemahaman dan komitmen yang sama bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Budaya K3 yang kuat tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjadi kunci dalam menjaga keandalan layanan kelistrikan bagi masyarakat,” ujar Muhammad Ardian.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara manajemen, unit operasional, dan mitra kerja sangat penting untuk membangun ekosistem kerja yang aman dan produktif. Menurutnya, keberhasilan pelayanan kelistrikan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan dan kualitas pekerjaan, tetapi juga oleh konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip keselamatan di setiap aktivitas lapangan maupun operasional pendukung.
Melalui pelaksanaan Safety Committee dan Safety Alignment ini, PLN UP3 Cirebon menunjukkan bahwa keselamatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari budaya kerja yang harus dijaga bersama. PLN percaya bahwa layanan yang andal lahir dari proses kerja yang aman, disiplin, dan terkoordinasi dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.(via).





