
OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA
Presiden Prabowo, memang memiliki kedekatan khusus dengan petani dan nelayan. Dalam Pekan Nasional Petani dan Nelayan ke XVII tahun 2026 di Gorontalo, Presiden Prabowo secara gamblang menjelaskan apa yang menjadi alasannya, dirinya dekat dengan kaum tani dan nelayan. Bagi Prabowo petani dan nelayan memiliki nilai tersendiri dalam kehidupannya, sehingga memerlukan penghormatan tersendiri bagi mereka.
Seiring dengan itu, Presiden Prabowo Subianto secara konsisten telah menunjukkan sikap keberpihakan yang kuat, apresiatif, dan menempatkan petani serta nelayan sebagai pilar strategis kedaulatan bangsa. Sikap ini didasari oleh latar belakang historisnya sebagai mantan prajurit yang merasa memiliki utang budi besar atas kontribusi para petani dan nelayan dalam menopang perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Komitmen dan sikap nyata Presiden Prabowo diwujudkan melalui beberapa kebijakan berikut:
Pertama, menghapus utang macet petani dan nelayan. Sebagai langkah konkret pembelaan ekonomi, Prabowo menandatangani PP Nomor 47 Tahun 2024 yang resmi menghapus piutang macet bagi para pelaku UMKM di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan. Kebijakan ini bertujuan membebaskan beban finansial produsen pangan agar mereka dapat kembali produktif.
Kedua, berkomitmen memastikan “Petani Tidak Rugi”. Dalam pencerahannya pada acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVI 2026 di Gorontalo, Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan para petani. Caranya adalah dengan menjaga stabilitas harga beli gabah oleh Bulog agar petani tidak mengalami kerugian, serta menurunkan harga pupuk hingga 20%.
Ketiga, mengakselerasi swasembada pangan jangka panjang. Sikap tegas Prabowo dalam ketahanan pangan mengacu pada prinsip bahwa “tidak ada yang lebih genting daripada perut lapar”. Pemerintahannya gencar melakukan modernisasi pertanian, rehabilitasi ribuan hektar lahan rusak menjadi produktif, hingga peningkatan stok cadangan pangan nasional guna menghadapi ancaman krisis pangan global.
Keempat, modernisasi desa nelayan.
Untuk sektor kelautan, pemerintah menargetkan program korporasi nelayan dengan membangun infrastruktur pendukung, seperti pabrik es, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), dermaga, dan armada kapal modern di 1.000 desa nelayan untuk memotong rantai distribusi yang merugikan nelayan kecil.
Secara keseluruhan, sikap Presiden Prabowo bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan bagian dari strategi pertahanan nasional ekonomi di mana petani dan nelayan diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.
Kebijakan pemerintah dalam melakukan pembelaan dan perlindungan terhadap petani dan nelayan bertumpu pada dua payung hukum utama, yaitu UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani serta UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam.
Melalui kementerian terkait serta program strategis nasional, bisa disampaikan berbagai bentuk kebijakan nyata pemerintah untuk melindungi dan membela para produsen pangan yakni :
Pertama, Perlindungan Ekonomi dan Keuangan.
Pemerintah secara masif memulihkan kemampuan ekonomi produsen pangan melalui pemutihan utang macet masa lalu di sektor pertanian dan perikanan, sehingga mereka bisa kembali mengakses pembiayaan perbankan. Selanjutnya, Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk menyederhanakan distribusi dan menjamin keterjangkauan pupuk bersubsidi bagi petani, serta subsidi bahan bakar (BBM bersubsidi) bagi nelayan kecil agar biaya operasional melaut tetap murah.
Kedua, Manajemen Risiko dan Skema Asuransi. Perlindungan finansial bagi petani berupa ganti rugi materi jika mereka mengalami gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, atau dampak ekstrem perubahan iklim. Kemudian, pemberian jaminan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau kehilangan jiwa saat melakukan penangkapan ikan di laut.
Ketiga, Stabilisasi Harga dan Pengamanan Pasar. Pemerintah melalui Bulog menetapkan batas harga bawah pembelian gabah atau beras agar harga komoditas di tingkat petani tidak jatuh drastis saat musim panen raya tiba. Lalu, kebijakan memperketat atau membatasi keran impor komoditas pangan segar pada saat produksi dalam negeri melimpah guna menjaga stabilitas pendapatan produsen lokal.
Keempat, Peningkatan Infrastruktir dan Tata Kelola. Pembangunan rantai pendingin (cold storage), pabrik es, dan dermaga perikanan modern terintegrasi di perkampungan nelayan untuk memutus rantai distribusi yang merugikan nelayan kecil. Percepatan penyaluran teknologi pertanian terbarukan serta distribusi varietas benih unggul guna melipatgandakan produktivitas lahan.
Kelima, Perlindungan Lahan Pertanian dan Ruang Tangkap. Pembatasan ketat terhadap alih fungsi lahan pertanian subur menjadi kawasan industri atau perumahan. Aturan tata ruang laut yang memprioritaskan nelayan lokal kecil (kapal di bawah 5 GT) agar ruang hidup dan area tangkapan mereka tidak terganggu oleh korporasi kapal besar.
Semoga jadi pencermatan bersama
(PENULIS, ANGGOTA DEWAN PAKAT DPN HKTI).
AI
Secara harfiah, blangsak (atau keblangsak) berarti hidup dalam kesengsaraan, menderita, atau melarat. Kata ini populer sebagai bahasa gaul yang diserap dari bahasa Sunda, yakni balangsak.
Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan:
• Kondisi ekonomi: Keadaan hidup yang susah atau kekurangan.Situasi yang berantakan: Kondisi atau hasil pekerjaan yang kacau dan tidak karuan.
Anda dapat memverifikasi makna dan ragam
9 situs
Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menunjukkan sikap keberpihakan yang kuat, apresiatif, dan menempatkan petani serta nelayan sebagai pilar strategis kedaulatan bangsa. Sikap ini didasari oleh latar belakang historisnya sebagai mantan prajurit yang merasa memiliki utang budi besar atas kontribusi para petani dan nelayan dalam menopang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Instagram·Investortrust +1
Komitmen dan sikap nyata Presiden Prabowo diwujudkan melalui beberapa kebijakan berikut:
1. Menghapus Utang Macet Petani dan Nelayan
Sebagai langkah konkret g resmi menghapus piutang macet bagi para pelaku UMKM di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan. Kebijakan ini bertujuan membebaskan beban finansial produsen pangan agar mereka dapat kembali produktif. Gerindra +1
2. Berkomitmen Memastikan “Petani Gorontalo, Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan para petani. Caranya adalah dengan menjaga stabilitas harga beli gabah oleh Bulog agar petani tidak mengalami kerugian, serta menurunkan harga pupuk hingga 20%. Presiden RI +3
3. Mengakselerasi Swasembada Pangan Jangka Panjang
Sikap tegas Prabowo dalam ketahanan pangan mengacu pada prinsip bahwa “tidak ada yang lebih genting daripada perut lapar”. Pemerintahannya gencar melakukan modernisasi pertanian, rehabilitasi ribuan hektar lahan rusak menjadi produktif, hingga peningkatan stok cadangan pangan nasional guna menghadapi ancaman krisis pangan global. Instagram·Badan Komunikasi Pemerintah RI +1
4. Modernisasi Desa Nelayan
Untuk sektor kelautan, pemerintah menargetkan program korporasi nelayan dengan membangun infrastruktur pendukung, seperti pabrik es, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), dermaga, dan armada k memotong rantai distribusi yang merugikan nelayan kecil. Presiden RI
Secara keseluruhan, sikap Presiden Prabowo bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan bagian dari strategi pertahanan nasional ekonomi di mana petani dan nelayan diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. YouTube·METRO TV +2
12 situs
Kebijakan pemerintah dalam melakukan pembelaan dan perlindungan terhadap petani dan nelayan bertumpu pada dua payung hukum utama, yaitu UU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam. BPK RI +1
Melalui kementerian terkait serta program strategis nasional, berikut adalah bentuk kebijakan nyata pemerintah untuk melindungi para produsen pangan:
1. Perlindungan Ekonomi dan Keuangan
• Penghapusan Utang Macet: Pemerintah secara masif memulihkan kemampuan ekonomi produsen pangan melalui pemutihan utang macet masa lalu di sektor pertanian dan perikanan, sehingga mereka bisa kembali mengakses pembiayaan perbankan.
• Subsidi Input Produksi: Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk menyederhanakan distribusi dan menjamin keterjangkauan pupuk bersubsidi bagi
2. Manajemen Risiko dan Skema Asuransi
• Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): Perlindungan finansial bagi petani berupa ganti rugi materi jika mereka mengalami gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, atau dampak ekstrem perubahan iklim. JDIH Paser +4
• Asuransi Nelayan: Pemberian jaminan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau kehilangan jiwa saat melakukan penangkapan ikan di laut. JDIH Paser
3. Stabilisasi Harga dan Pengamanan Pasar
• Harga Pembelian Pemerintah (HPP): Pemerintah melalui Bulog menetapkan batas harga bawah pembelian gabah atau beras agar harga komoditas di tingkat petani tidak jatuh drastis saat musim panen raya tiba.
• Pengaturan Impor Berbasis Musim: Kebijakan memperketat atau membatasi keran impor komoditas pangan segar pada saat produksi dalam negeri melimpah guna menjaga stabilitas pendapatan produsen lokal. BPK RI
4. Peningkatan Infrastruktur dan Tata Kelola
• Modernisasi Fasilitas Nelayan: Pembangunan rantai pendingin (cold storage), pabrik es, dan dermaga perikanan modern terintegrasi di perkampungan nelayan untuk memutus rantai distribusi yang merugikan nelayan kecil.
• Alokasi Pupuk dan Benih Unggul: Percepatan penyaluran teknologi pertanian terbarukan serta distribusi varietas benih unggul guna melipatgandakan produktivitas lahan.
de AIde AI
Secara harfiah, blangsak (atau keblangsak) berarti hidup dalam kesengsaraan, menderita, atau melarat. Kata ini populer sebagai bahasa gaul yang diserap dari bahasa Sunda, yakni balangsak.
Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan:
• Kondisi ekonomi: Keadaan hidup yang susah atau kekurangan.Situasi yang berantakan: Kondisi atau hasil pekerjaan yang kacau dan tidak karuan.
Anda dapat memverifikasi makna dan ragam
9 situs
Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menunjukkan sikap keberpihakan yang kuat, apresiatif, dan menempatkan petani serta nelayan sebagai pilar strategis kedaulatan bangsa. Sikap ini didasari oleh latar belakang historisnya sebagai mantan prajurit yang merasa memiliki utang budi besar atas kontribusi para petani dan nelayan dalam menopang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Instagram·Investortrust +1
Komitmen dan sikap nyata Presiden Prabowo diwujudkan melalui beberapa kebijakan berikut:
1. Menghapus Utang Macet Petani dan Nelayan
Sebagai langkah konkret pembelaan ekonomi, Prabowo menandatangani resmi menghapus piutang macet bagi para pelaku UMKM di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan. Kebijakan ini bertujuan membebaskan beban finansial produsen pangan agar mereka dapat kembali produktif. Gerindra +1
2. Berkomitmen Mean bahwa swasembada pangan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan para petani. Caranya adalah dengan menjaga stabilitas harga beli gabah oleh Bulog agar petani tidak mengalami kerugian, serta menurunkan harga pupuk hingga 20%. Presiden RI +3
3. Mengakselerasi Swasembada Pangan Jangka Panjang
Sikap tegas Prabowo dalam ketahanan pangan mengacu pada prinsip bahwa “tidak ada yang lebih genting daripada perut lapar”. Pemerintahannya gencar melakukan modernisasi pertanian, rehabilitasi ribuan hektar lahan rusak menjadi produktif, hingga peningkatan stok cadangan pangan nasional guna menghadapi ancaman krisis pangan global. Instagram·Badan Komunikasi Pemerintah RI +1
4. Modernisasi Desa Nelayan
Untuk sektor kelautan, pemerintah menargetkan program korporasi nelayan dengan membangun infrastruktur pendukung, seperti pabrik es, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), dermaga, dan armada k memotong rantai distribusi yang merugikan nelayan kecil. Presiden RI
Secara keseluruhan, sikap Presiden Prabowo bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan bagian dari strategi pertahanan nasional ekonomi di mana petani dan nelayan diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. YouTube·METRO TV +2
12 situs
Kebijakan pemerintah dalam melakukan pembelaan dan perlindungan terhadap petani dan nelayan bertumpu pada dua dayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam. BPK RI +1
Melalui kementerian terkait serta program strategis nasional, berikut adalah bentuk kebijakan nyata pemerintah untuk melindungi para produsen pangan:
1. Perlindungan Ekonomi dan Keuangan
• Penghapusan Utang Macet: Pemerintah secara masif memulihkan kemampuan ekonomi produsen pangan melalui pemutihan utang macet masa lalu di sektor pertanian dan perikanan, sehingga mereka bisa kembali mengakses pembiayaan perbankan.
• Subsidi Input Produksi: Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk menyederhanakan distribusi dan menjamin keterjangkauan pupuk bersubsidi bagi petani, serta subsidi bahan bakar (BBM bersubsidi) bagi nelayan kecil agar biaya operasional melaut
2. Manajemen Risiko dan Skema Asuransi
• Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): Perlindungan finansial bagi petani berupa ganti rugi materi jika mereka mengalami gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, atau dampak ekstrem perubahan iklim. JDIH Paser +4
• Asuransi Nelayan: Pemberian jaminan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau kehilangan jiwa saat melakukan penangkapan ikan di laut. JDIH Paser
3. Stabilisasi Harga dan Pengamanan Pasar
• Harga Pembelian Pemerintah (HPP): Pemerintah melalui Bulog menetapkan batas harga bawah pembelian gabah atau beras agar harga komoditas di tingkat petani tidak jatuh drastis saat musim panen raya tiba.
• Pengaturan Impor Berbasis Musim: Kebijakan memperketat atau membatasi keran impor komoditas pangan segar pada saat produksi dalam negeri melimpah guna menjaga stabilitas pendapatan produsen lokal. BPK RI
4. Peningkatan Infrastruktur dan Tata Kelola
• Modernisasi Fasilitas Nelayan: Pembangunan rantai pendingin (cold storage), pabrik es, dan dermaga perikanan modern terintegrasi di perkampungan nelayan untuk memutus rantai distribusi yang merugikan nelayan kecil.
• Alokasi Pupuk dan Benih Unggul: Percepatan penyaluran teknologi pertanian terbarukan serta distribusi varietas benih unggul guna melipatgandakan produktivitas lahan.
Secara harfiah, blangsak (atau keblangsak) berarti hidup dalam kesengsaraan, menderita, atau melarat. Kata ini populer sebagai bahasa gaul yang diserap dari bahasa Sunda, yakni balangsak.
Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan:
• Kondisi ekonomi: Keadaan hidup yang susah atau kekurangan.Situasi yang berantakan: Kondisi atau hasil pekerjaan yang kacau dan tidak karuan.
Anda dapat memverifikasi makna dan ragam pemakaiannya
9 situs
Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menunjukkan sikap keberpihakan yang kuat, apresiatif, dan menempatkan petani serta nelayan sebagai pilar strategis kedaulatan bangsa. Sikap ini didasari oleh latar belakang historisnya sebagai mantan prajurit yang merasa memiliki utang budi besar atas kontribusi para petani dan nelayan dalam menopang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Instagram·Investortrust +1
Komitmen dan sikap nyata Presiden Prabowo diwujudkan melalui beberapa kebijakan berikut:
1. Menghapus Utang Macet Petani dan Nelayan
g resmi menghapus piutang macet bagi para pelaku UMKM di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan. Kebijakan ini bertujuan membebaskan beban finansial produsen pangan agar mereka dapat kembali produktif. Gerindra +1
2. Berkomitmen Memastikan “Petani Tidak Gorontalo, Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan para petani. Caranya adalah dengan menjaga stabilitas harga beli gabah oleh Bulog agar petani tidak mengalami kerugian, serta menurunkan harga pupuk hingga 20%. Presiden RI +3
3. Mengakselerasi Swasembada Pangan Jangka Panjang
Sikap tegas Prabowo dalam ketahanan pangan mengacu pada prinsip bahwa “tidak ada yang lebih genting daripada perut lapar”. Pemerintahannya gencar melakukan modernisasi pertanian, rehabilitasi ribuan hektar lahan rusak menjadi produktif, hingga peningkatan stok cadangan pangan nasional guna menghadapi ancaman krisis pangan global. Instagram·Badan Komunikasi Pemerintah RI +1
4. Modernisasi Desa Nelayan
Untuk sektor kelautan, pemerintah menargetkan program korporasi nelayan dengan membangun infrastruktur pendukung, seperti pabrik es, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), dermaga, dan armada kapal modern merugikan nelayan kecil. Presiden RI
Secara keseluruhan, sikap Presiden Prabowo bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan bagian dari strategi pertahanan nasional ekonomi di mana petani dan nelayan diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. YouTube·METRO TV +2
12 situs
Kebijakan pemerintah dalam melakukan pembelaan dan perlindungan terhadap petani dan nelayan bertumpu pada dua dayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam. BPK RI +1
Melalui kementerian terkait serta program strategis nasional, berikut adalah bentuk kebijakan nyata pemerintah untuk melindungi para produsen pangan:
1. Perlindungan Ekonomi dan Keuangan
• Penghapusan Utang Macet: Pemerintah secara masif memulihkan kemampuan ekonomi produsen pangan melalui pemutihan utang macet masa lalu di sektor pertanian dan perikanan, sehingga mereka bisa kembali mengakses pembiayaan perbankan.
• Subsidi Input Produksi: Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk menyederhanakan distribusi dan menjamin keterjangkauan pupuk bersubsidi bagi petani, serta subsidi bahan bakar (BBM bersubsidi) bagi nelayan kecil agar biaya operasional melaut tetap murah. wapre
2. Manajemen Risiko dan Skema Asuransi
• Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): Perlindungan finansial bagi petani berupa ganti rugi materi jika mereka mengalami gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, atau dampak ekstrem perubahan iklim. JDIH Paser +4
• Asuransi Nelayan: Pemberian jaminan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau kehilangan jiwa saat melakukan penangkapan ikan di laut. JDIH Paser
3. Stabilisasi Harga dan Pengamanan Pasar
• Harga Pembelian Pemerintah (HPP): Pemerintah melalui Bulog menetapkan batas harga bawah pembelian gabah atau beras agar harga komoditas di tingkat petani tidak jatuh drastis saat musim panen raya tiba.
• Pengaturan Impor Berbasis Musim: Kebijakan memperketat atau membatasi keran impor komoditas pangan segar pada saat produksi dalam negeri melimpah guna menjaga stabilitas pendapatan produsen lokal. BPK RI
4. Peningkatan Infrastruktur dan Tata Kelola
• Modernisasi Fasilitas Nelayan: Pembangunan rantai pendingin (cold storage), pabrik es, dan dermaga perikanan modern terintegrasi di perkampungan nelayan untuk memutus rantai distribusi yang merugikan nelayan kecil.
• Alokasi Pupuk dan Benih Unggul: Percepatan penyaluran teknologi pertanian terbarukan serta distribusi varietas benih unggul guna melipatgandakan produktivitas lahan.
Secara harfiah, blangsak (atau keblangsak) berarti hidup dalam kesengsaraan, menderita, atau melarat. Kata ini populer sebagai bahasa gaul yang diserap dari bahasa Sunda, yakni balangsak.
Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan:
• Kondisi ekonomi: Keadaan hidup yang susah atau kekurangan.Situasi yang berantakan: Kondisi atau hasil pekerjaan yang kacau dan tidak karuan.
Anda dapat memverifikasi makna dan ragam pemakaiannya
9 situs
Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menunjukkan sikap keberpihakan yang kuat, apresiatif, dan menempatkan petani serta nelayan sebagai pilar strategis kedaulatan bangsa. Sikap ini didasari oleh latar belakang historisnya sebagai mantan prajurit yang merasa memiliki utang budi besar atas kontribusi para petani dan nelayan dalam menopang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Instagram·Investortrust +1
Komitmen dan sikap nyata Presiden Prabowo diwujudkan melalui beberapa kebijakan berikut:
1. Menghapus Utang Macet Petani bagi para pelaku UMKM di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan. Kebijakan ini bertujuan membebaskan beban finansial produsen pangan agar mereka dapat kembali produktif. Gerindra +1
2. Berkomitmen Memastikan “Petani Gorontalo, Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan para petani. Caranya adalah dengan menjaga stabilitas harga beli gabah oleh Bulog agar petani tidak mengalami kerugian, serta menurunkan harga pupuk hingga 20%. Presiden RI +3
3. Mengakselerasi Swasembada Pangan Jangka Panjang
Sikap tegas Prabowo dalam ketahanan pangan mengacu pada prinsip bahwa “tidak ada yang lebih genting daripada perut lapar”. Pemerintahannya gencar melakukan modernisasi pertanian, rehabilitasi ribuan hektar lahan rusak menjadi produktif, hingga peningkatan stok cadangan pangan nasional guna menghadapi ancaman krisis pangan global. Instagram·Badan Komunikasi Pemerintah RI +1
4. Modernisasi Desa Nelayan
Untuk sektor kelautan, pemerintah menargetkan program korporasi nelayan dengan membangun infrastruktur pendukung, seperti pabrik es, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), dermaga, tuk memotong rantai distribusi yang merugikan nelayan kecil. Presiden RI
Secara keseluruhan, sikap Presiden Prabowo bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan bagian dari strategi pertahanan nasional ekonomi di mana petani dan nelayan diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. YouTube·METRO TV +2
12 situs
Kebijakan pemerintah dalam melakukan pembelaan dan perlindungan terhadap petani dan nelayan bertumpu pada dua payung hukum utama, yatang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam. BPK RI +1
Melalui kementerian terkait serta program strategis nasional, berikut adalah bentuk kebijakan nyata pemerintah untuk melindungi para produsen pangan:
1. Perlindungan Ekonomi dan Keuangan
• Penghapusan Utang Macet: Pemerintah secara masif memulihkan kemampuan ekonomi produsen pangan melalui pemutihan utang macet masa lalu di sektor pertanian dan perikanan, sehingga mereka bisa kembali mengakses pembiayaan perbankan.
• Subsidi Input Produksi: Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk menyederhanakan distribusi dan menjamin keterjangkauan pupuk bersubsidi bagi petani, serta subsidi bahan bakar (BBM bersubsidi) bagi
2. Manajemen Risiko dan Skema Asuransi
• Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): Perlindungan finansial bagi petani berupa ganti rugi materi jika mereka mengalami gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, atau dampak ekstrem perubahan iklim. JDIH Paser +4
• Asuransi Nelayan: Pemberian jaminan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau kehilangan jiwa saat melakukan penangkapan ikan di laut. JDIH Paser
3. Stabilisasi Harga dan Pengamanan Pasar
• Harga Pembelian Pemerintah (HPP): Pemerintah melalui Bulog menetapkan batas harga bawah pembelian gabah atau beras agar harga komoditas di tingkat petani tidak jatuh drastis saat musim panen raya tiba.
• Pengaturan Impor Berbasis Musim: Kebijakan memperketat atau membatasi keran impor komoditas pangan segar pada saat produksi dalam negeri melimpah guna menjaga stabilitas pendapatan produsen lokal. BPK RI
4. Peningkatan Infrastruktur dan Tata Kelola
• Modernisasi Fasilitas Nelayan: Pembangunan rantai pendingin (cold storage), pabrik es, dan dermaga perikanan modern terintegrasi di perkampungan nelayan untuk memutus rantai distribusi yang merugikan nelayan kecil.
• Alokasi Pupuk dan Benih Unggul: Percepatan penyaluran teknologi pertanian terbarukan serta distribusi varietas benih unggul guna melipatgandakan produktivitas lahan.(via).





