
INDRAMAYU, (SW) – Kebahagiaan mendalam menyelimuti para jemaah dan pengurus Musholla Baituttobah yang berlokasi di Blok Panggang RT 02 RW 01, Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Karangampel, Indramayu. Musholla ini resmi menjadi pelanggan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jatibarang setelah memiliki listrik mandiri melalui program Light Up The Dream (LUTD). Sebelum mendapatkan bantuan ini, Musholla Baituttobah harus menyalur aliran listrik dari bangunan terdekat untuk menerangi aktivitas ibadah sehari-hari. Kini, melalui uluran tangan para pegawai PLN, musholla tersebut telah teraliri listrik secara mandiri dengan tarif sosial berdaya 450 VA.
Bantuan penyambungan listrik gratis ini tidak lepas dari dukungan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Indramayu yang selama ini aktif untuk membantu masyarakat maupun fasilitas umum yang belum berlistrik.
Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Indramayu, Suharno, menyampaikan bahwa program ini merupakan cerminan nyata dari nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial seluruh insan PLN kepada lingkungan sekitar, khususnya fasilitas ibadah.
“Kami bersyukur alhamdulillah, melalui YBM PLN UP3 Indramayu, program Light Up The Dream kali ini bisa menyasar Musholla Baituttobah di Karangampel. Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi sarana penunjang kekhusyukan ibadah dan kegiatan syiar keagamaan warga. Semoga hadirnya listrik mandiri ini membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Dukuh Tengah dan menjadi ladang pahala bagi para pegawai PLN,” ujar Suharno.
Apresiasi senada juga datang dari pucuk pimpinan PLN di Jawa Barat. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan komitmen PLN untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam hal pelayanan keandalan pasokan listrik, tetapi juga dalam aspek sosial kemasyarakatan.
“Program Light Up The Dream adalah bukti bahwa insan PLN bekerja dengan hati. Kami ingin kehadiran PLN benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas. Kami berharap bantuan kelistrikan untuk sarana ibadah ini dapat dijaga dengan baik, sehingga memberikan manfaat jangka panjang untuk kenyamanan jemaah dalam beribadah,” ungkap Muhammad Joharifin.
Rasa haru dan syukur tak terbendung dari para pengurus dan warga sekitar saat lampu di dalam musholla pertama kali dinyalakan dari kWh meter mandiri milik mereka sendiri. Salah satu perwakilan pengurus Musholla Baituttobah, Ibu Jallani, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kepedulian para petugas PLN.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh petugas PLN yang terlibat atas bantuan listrik gratis ini. Alhamdulillah, sekarang musholla kami sudah punya listrik sendiri, tidak perlu menyalur lagi. Semoga kebaikan bapak-bapak dan ibu-ibu pegawai PLN dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan yang berlipat ganda,” tutur Ibu Jallani dengan penuh rasa syukur.
Dengan adanya listrik mandiri ini, aktivitas keagamaan di Musholla Baituttobah kini dapat berjalan dengan lebih optimal, terang, dan nyaman, baik untuk ibadah salat berjamaah, pengajian, maupun kegiatan sosial keagamaan warga sekitar.(via).





