
CIREBON, (SW) – Peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan tidak hanya bergantung pada kesiapan jaringan dan peralatan, tetapi juga pada kompetensi petugas yang berada di garis terdepan ketika pelanggan membutuhkan layanan. Untuk memperkuat hal tersebut, PLN UP3 Cirebon menggelar Kampus Yantek atau Yantek Academy Batch 1 di Kantor PLN UP3 Cirebon, Senin (21/9/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh petugas Pelayanan Teknik (Yantek) dari seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) di bawah PLN UP3 Cirebon, yakni ULP Cirebon Kota, ULP Sumber, ULP Kuningan, ULP Ciledug, dan ULP Cilimus.
Yantek Academy menjadi ruang pembelajaran dan penyegaran kompetensi bagi petugas yang sehari-hari berhadapan langsung dengan berbagai kondisi teknis di lapangan. Materi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan kualitas pelayanan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya penerapan safe action. Materi ini menjadi bagian penting untuk membangun kebiasaan kerja yang aman, mulai dari mengenali potensi bahaya, menggunakan perlengkapan keselamatan, hingga memastikan pekerjaan dilakukan sesuai prosedur.
Selain aspek keselamatan, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pelayanan PS4 serta refreshment mengenai kegiatan pelayanan gangguan dan penanganan teknis. Penyegaran tersebut menjadi kesempatan bagi petugas untuk kembali menyamakan pemahaman mengenai proses penanganan gangguan serta meningkatkan kesiapan ketika menghadapi kondisi di lapangan.
Bagi masyarakat, peningkatan kompetensi Yantek memiliki manfaat yang langsung berkaitan dengan kualitas layanan. Ketika petugas memiliki pemahaman prosedur yang semakin baik, masyarakat memperoleh layanan penanganan gangguan yang lebih terarah, aman, dan profesional.
Yantek juga merupakan salah satu pihak yang paling sering berinteraksi langsung dengan pelanggan ketika terjadi gangguan listrik. Karena itu, kemampuan teknis harus berjalan bersama kemampuan komunikasi dan pelayanan agar pelanggan memperoleh informasi serta penanganan yang sesuai.
Dari sisi keselamatan, pembekalan K2 dan K3 membantu memperkuat budaya kerja aman sehingga risiko kecelakaan selama penanganan gangguan maupun pekerjaan teknis dapat diminimalkan. Petugas yang bekerja lebih aman pada akhirnya turut menciptakan layanan yang lebih aman bagi masyarakat.
Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, mengatakan Yantek Academy menjadi bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan kualitas petugas yang berada di garis depan pelayanan.
“Yantek adalah wajah PLN yang paling sering ditemui pelanggan ketika terjadi gangguan. Karena itu, kompetensinya harus terus diperbarui. Kami ingin memastikan setiap petugas memiliki pemahaman yang sama mengenai keselamatan, prosedur pelayanan, maupun penanganan teknis sehingga ketika berada di lapangan mereka mampu mengambil tindakan secara aman, tepat, dan profesional,” ujar Muhammad Ardian.
Menurutnya, keselamatan menjadi fondasi utama sebelum berbicara mengenai kecepatan penanganan.
“Kami selalu menekankan bahwa cepat itu penting, tetapi selamat jauh lebih penting. Melalui materi K2 dan K3, khususnya safe action, kami ingin membangun kebiasaan bahwa setiap pekerjaan harus dimulai dengan mengenali risiko dan memastikan langkah pengamanannya. Setelah aspek keselamatan terpenuhi, barulah kecepatan dan kualitas penanganan menjadi bagian berikutnya,” tambahnya.
Ardian juga mengatakan bahwa penyegaran terkait pelayanan gangguan menjadi penting untuk memastikan pengalaman pelanggan terus diperhatikan.
“Pelanggan tidak hanya membutuhkan listriknya kembali menyala. Mereka juga membutuhkan petugas yang komunikatif, responsif, dan mampu menjelaskan kondisi yang sedang ditangani. Karena itu, aspek teknis dan pelayanan kami berikan secara beriringan dalam Yantek Academy,” jelasnya.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi petugas merupakan investasi penting dalam menjaga kualitas pelayanan PLN.
“Jaringan dan teknologi yang baik harus didukung oleh manusia yang kompeten. Yantek merupakan ujung tombak yang langsung menerjemahkan sistem pelayanan PLN menjadi tindakan di lapangan. Karena itu, peningkatan kompetensi mereka akan memberikan pengaruh langsung terhadap pengalaman pelanggan,” ujar Muhammad Joharifin.
Ia menambahkan bahwa budaya keselamatan harus menjadi karakter dalam setiap pekerjaan, bukan sekadar materi pelatihan.
“K2 dan K3 bukan hanya teori yang dipahami di ruang kelas. Nilainya harus terlihat dalam setiap tindakan petugas ketika bekerja. Kami ingin safe action menjadi kebiasaan, sehingga setiap pekerjaan dimulai dengan kesadaran terhadap risiko dan berakhir dengan kondisi yang aman bagi petugas maupun masyarakat,” tambah Muhammad Joharifin.
Menurutnya, penyegaran kompetensi juga harus berjalan secara berkelanjutan mengikuti perkembangan kebutuhan pelayanan.
“Kebutuhan pelanggan terus berkembang dan tantangan di lapangan juga beragam. Karena itu, pembelajaran tidak boleh berhenti. Yantek Academy menjadi salah satu ruang untuk menyamakan standar, berbagi pengalaman, melakukan refreshment, dan membawa pembelajaran tersebut kembali ke lapangan,” ungkapnya.
Melalui Kampus Yantek/Yantek Academy Batch 1, PLN UP3 Cirebon memperkuat kompetensi petugas dari lima ULP agar memiliki standar pemahaman yang semakin selaras dalam aspek keselamatan, pelayanan, dan penanganan teknis.
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembelajaran satu hari, tetapi menjadi bagian dari budaya peningkatan kompetensi yang terus diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Pada akhirnya, manfaat Yantek Academy akan kembali kepada masyarakat: petugas yang semakin kompeten, pekerjaan yang semakin aman, respons gangguan yang semakin profesional, dan pelayanan kelistrikan yang semakin dapat diandalkan.
Karena di balik listrik yang kembali menyala setelah sebuah gangguan, ada kompetensi, keselamatan, dan kesiapan petugas yang terus diasah.(via).





