
CIREBON, (SW) — Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., menyerukan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan nilai-nilai sejarah dalam momentum Apel Kebangsaan bertajuk “Jaga Rawat Jawa Barat”, Jumat 14 Agustus 2026.
Imron mengingatkan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki akar sejarah yang kuat sebagai daerah yang digagas dan dibangun oleh tokoh besar Wali Sanga, Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.
Oleh karena itu, tugas seluruh elemen masyarakat saat ini adalah melanjutkan nilai-nilai luhur tersebut dengan menjaga kedamaian serta merawat kebersamaan demi keberlanjutan pembangunan daerah.
“Cirebon adalah daerah yang dulu digagas dan dibangun oleh Kanjeng Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menjaga daerah ini berarti merawat dan memelihara kebersamaan untuk modal utama pembangunan Kabupaten Cirebon,” kata Imron.
Kegiatan Apel Kebangsaan yang diselenggarakan oleh jajaran Polresta Cirebon ini, diikuti oleh segenap unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon serta ratusan perwakilan elemen masyarakat.
Apel tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas instruksi Kapolda Jawa Barat guna memperkuat sinergi kebangsaan dan menjaga kondusivitas wilayah secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Bupati Cirebon juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian, khususnya Polresta Cirebon, yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan agenda kebangsaan yang sangat strategis ini.
Menurut Imron, kegiatan semacam ini memiliki makna penting untuk memperkokoh tali silaturahmi dan solidaritas antar-warga di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Cirebon beserta seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Kapolres beserta jajaran yang telah mengadakan kegiatan Apel Kebangsaan ini. Ini adalah langkah yang sangat mulia dan strategis, mudah-mudahan Cirebon senantiasa aman, damai, dan kondusif,” tutur Imron.
Bupati Imron secara khusus menyoroti peran strategis generasi muda dan anak-anak bangsa di Cirebon. Ia menekankan bahwa pemuda merupakan garda terdepan dalam membendung potensi perpecahan dan paham-paham yang merusak kerukunan.
Dengan memegang teguh ajaran kearifan lokal Sunan Gunung Jati—yang mengajarkan kedamaian, toleransi, dan welas asih—Cirebon dipercaya akan selalu menjadi daerah yang sejuk dan harmonis bagi siapapun.
“Kepada anak-anak muda, para pemuda, dan seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon, mari kita jaga persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai toleransi harus terus kita pelihara,” ujar Imron.
Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik jika stabilitas keamanan dan persatuan masyarakatnya terganggu. Kunci utama suksesnya pembangunan di Kabupaten Cirebon terletak pada kebersamaan dan rasa saling menjaga antara pemerintah, aparat, dan seluruh lapisan warga.
Dukungan terhadap seruan Bupati Cirebon juga mengalir dari jajaran legislatif. Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, menggarisbawahi bahwa makna utama dari Apel Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat” ini adalah penguatan sinergitas yang tidak sebatas retorika, melainkan kerja nyata di lapangan.
“Maknanya adalah kita selalu bersinergi antara seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga seluruh elemen masyarakat. Mudah-mudahan kita semua bisa terus bersatu padu untuk menjaga dan merawat Kabupaten Cirebon agar tetap aman dan sejahtera,” ungkap Sophi Zulfia.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama memaparkan latar belakang teknis pelaksanaan apel kebangsaan ini. Ia menjelaskan bahwa gerakan “Jaga Rawat Jawa Barat” merupakan gagasan orisinal dari Kapolda Jawa Barat yang dilaksanakan secara serentak pada sore hari di seluruh polres dan polresta jajaran Polda Jabar.
Gagasan ini mengusung tagline utama yaitu “Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat”. Di Kabupaten Cirebon sendiri, komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran penuh pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Ketua DPRD, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, hingga unsur TNI/Polri dan lintas komunitas masyarakat.
“Jadi kami semua di sini, bersama Pak Bupati, Ibu Ketua Dewan, Pak Dandim, serta unsur TNI lainnya, bersatu padu dan berkomitmen bersama seluruh elemen masyarakat yang ada untuk menjaga Kabupaten Cirebon tetap aman. Kami ingin merawat Kabupaten Cirebon sehingga warga merasa aman, nyaman, dan tenang tinggal di sini,” jelas Imara.(via).





