
CIREBON, (SW) – PLN UP3 Cirebon melalui ULP Cirebon Kota kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program Jumat Berbagi Cahaya. Kali ini, PLN melakukan penyalaan listrik gratis untuk Musholla Al Nur yang berada di wilayah Mundu Mesigit, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (11/9/2026).
Program tersebut menjadi bentuk kepedulian PLN dalam mendukung aktivitas keagamaan masyarakat sekaligus menghadirkan akses listrik yang lebih nyaman bagi jamaah di lingkungan sekitar musholla.
Dengan tersedianya listrik, aktivitas di Musholla Al Nur kini dapat berlangsung lebih optimal, khususnya pada malam hari. Penerangan yang memadai mendukung pelaksanaan salat berjamaah, pengajian, kegiatan pendidikan keagamaan, hingga berbagai aktivitas sosial yang dilakukan masyarakat di musholla.
Bagi masyarakat sekitar, manfaatnya tidak hanya dirasakan ketika lampu menyala. Kehadiran listrik memberikan ruang yang lebih nyaman dan aman bagi warga untuk berkumpul, beribadah, serta mengikuti kegiatan keagamaan tanpa terkendala keterbatasan penerangan.
Musholla juga memiliki peran yang lebih luas sebagai ruang interaksi sosial masyarakat. Dengan fasilitas kelistrikan yang memadai, berbagai kegiatan pembinaan keagamaan dan kebersamaan warga dapat dilakukan dengan lebih leluasa, terutama setelah waktu magrib hingga malam hari.
Melalui Jumat Berbagi Cahaya, PLN ingin memastikan bahwa energi listrik dapat memberikan manfaat yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Penyalaan listrik menjadi langkah sederhana, namun memiliki dampak yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh jamaah dan warga di sekitar Musholla Al Nur.
Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat listrik hingga ke ruang-ruang yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
“Kami melihat listrik bukan hanya sebagai kebutuhan untuk menyalakan peralatan, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas masyarakat. Ketika sebuah musholla mendapatkan akses listrik yang layak, jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman, kegiatan pengajian dapat berlangsung lebih baik, dan masyarakat memiliki ruang yang lebih aman untuk berkumpul,” ujar Muhammad Ardian.
Menurutnya, program Jumat Berbagi Cahaya juga menjadi bentuk kedekatan PLN dengan masyarakat di wilayah kerjanya.
“Kami berharap penyalaan listrik gratis ini memberikan manfaat yang panjang bagi jamaah dan masyarakat sekitar Musholla Al Nur. Mungkin yang kami hadirkan adalah sebuah sambungan listrik, tetapi manfaat yang diharapkan jauh lebih luas karena cahaya tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah dan kemasyarakatan,” tambahnya.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa PLN terus berupaya menghadirkan manfaat sosial melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Energi listrik memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika listrik hadir di sebuah tempat ibadah, manfaatnya tidak hanya berupa penerangan, tetapi juga mendukung aktivitas keagamaan, pendidikan, dan interaksi sosial masyarakat. Kami berharap program seperti Jumat Berbagi Cahaya dapat terus menghadirkan manfaat nyata di berbagai wilayah,” ujar Muhammad Joharifin.
Ia menambahkan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian dari upaya PLN untuk tumbuh bersama masyarakat.
“PLN ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Ketika energi yang kami hadirkan dapat membantu jamaah beribadah lebih nyaman dan masyarakat memiliki ruang untuk berkegiatan dengan lebih baik, maka di situlah listrik memberikan nilai yang lebih besar dari sekadar energi,” tambah Muhammad Joharifin.
Program Jumat Berbagi Cahaya menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian PLN UP3 Cirebon dalam memperluas manfaat listrik bagi masyarakat. Melalui penyalaan listrik gratis di Musholla Al Nur, PLN berharap semakin banyak aktivitas positif yang dapat tumbuh dan berlangsung dengan nyaman.
Bagi masyarakat Mundu Mesigit, satu sambungan listrik kini membawa manfaat yang lebih panjang—menerangi ruang ibadah, mendukung kegiatan keagamaan, serta memperkuat ruang kebersamaan warga.
Dari satu titik cahaya, lahir banyak aktivitas. Dari listrik yang menyala, tumbuh ruang untuk beribadah, belajar, dan berkumpul. PLN terus berupaya memastikan energi hadir bukan hanya untuk menerangi tempat, tetapi juga untuk menerangi kehidupan masyarakat.(via).





