
CIREBON, (SW) – Edukasi keselamatan ketenagalistrikan kini tidak hanya dilakukan melalui pertemuan tatap muka. PLN UP3 Cirebon melalui Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan (K3L) berkolaborasi dengan salah satu stasiun radio swasta untuk menyapa masyarakat secara lebih luas melalui siaran radio on air yang diperkuat dengan siaran langsung melalui media sosial TikTok.
Kolaborasi lintas kanal tersebut menjadi cara PLN mendekatkan informasi keselamatan ketenagalistrikan dengan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi. Pendengar radio dapat memperoleh edukasi di tengah aktivitas sehari-hari, sementara masyarakat yang lebih aktif menggunakan media sosial dapat mengikuti pembahasan melalui kanal digital.
Dalam kegiatan tersebut, Tim K3L PLN UP3 Cirebon membahas berbagai aspek keselamatan ketenagalistrikan bagi masyarakat umum, termasuk pentingnya menggunakan listrik secara aman, mengenali potensi bahaya di sekitar instalasi dan jaringan listrik, serta langkah yang perlu dilakukan ketika masyarakat menemukan kondisi kelistrikan yang tidak normal atau berpotensi membahayakan.
PLN juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan jarak aman ketika melakukan berbagai aktivitas di sekitar jaringan listrik. Pekerjaan pembangunan, penggunaan alat atau benda berukuran panjang, pemasangan antena maupun baliho, aktivitas pemangkasan pohon, hingga kegiatan lain di dekat jaringan harus memperhatikan aspek keselamatan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Melalui format dialog di radio dan media sosial, edukasi keselamatan diharapkan menjadi lebih komunikatif. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki ruang untuk mengenali berbagai situasi kelistrikan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya berkaitan dengan kondisi infrastruktur PLN. Perilaku dan kepedulian masyarakat juga memiliki peran besar dalam mencegah kecelakaan maupun gangguan listrik. Semakin banyak masyarakat memahami potensi bahaya, semakin besar pula peluang untuk mencegah kejadian sebelum menimbulkan dampak.
Bagi masyarakat, edukasi ini memberikan bekal praktis untuk membangun lingkungan yang lebih aman. Pengetahuan mengenai penggunaan listrik yang benar dapat membantu melindungi anggota keluarga dari risiko kelistrikan, sementara pemahaman mengenai bahaya di sekitar jaringan dapat mendorong masyarakat lebih berhati-hati ketika beraktivitas.
Masyarakat juga diajak menjadi “mata dan telinga” keselamatan kelistrikan di lingkungan masing-masing. Apabila menemukan pohon yang terlalu dekat dengan jaringan, kabel atau peralatan listrik dalam kondisi tidak normal, maupun kondisi lain yang berpotensi membahayakan, masyarakat diimbau tidak melakukan penanganan sendiri dan segera menyampaikan laporan melalui kanal resmi PLN, termasuk PLN Mobile, agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas yang memiliki kompetensi dan peralatan sesuai standar keselamatan.
Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, mengatakan bahwa perluasan kanal komunikasi menjadi penting agar pesan keselamatan dapat menjangkau semakin banyak lapisan masyarakat.
“Keselamatan listrik dimulai dari pengetahuan. Karena itu, kami ingin edukasi tidak hanya hadir ketika masyarakat datang ke kantor PLN atau ketika kami melakukan sosialisasi di suatu lokasi. Melalui radio dan media sosial, pesan keselamatan dapat masuk ke rumah, kendaraan, tempat kerja, bahkan langsung ke genggaman masyarakat. Semakin luas masyarakat yang memahami bahaya listrik, semakin kuat pula budaya keselamatan yang dapat kita bangun bersama,” ujar Muhammad Ardian.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran yang tidak kalah penting dalam menjaga keselamatan dan keandalan kelistrikan.
“Ketika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, jangan mengambil risiko dengan menanganinya sendiri. Laporkan kepada PLN agar petugas dapat melakukan pemeriksaan dan penanganan dengan aman. Partisipasi masyarakat seperti ini sangat membantu kami dalam mencegah potensi kecelakaan sekaligus menjaga jaringan tetap andal,” tambah Muhammad Ardian.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa transformasi pelayanan PLN juga harus diikuti dengan transformasi cara perusahaan mengedukasi masyarakat.
“Cara masyarakat memperoleh informasi terus berubah. Karena itu, PLN juga harus hadir melalui kanal yang dekat dengan keseharian mereka. Kolaborasi antara radio dan media sosial merupakan langkah yang baik karena menggabungkan jangkauan media konvensional dengan interaksi di ruang digital. Pesannya tetap sama, yaitu bagaimana listrik dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kehidupan dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Muhammad Joharifin.
Ia menambahkan bahwa membangun keselamatan ketenagalistrikan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Jaringan yang andal harus berjalan beriringan dengan masyarakat yang semakin sadar keselamatan. Kami berharap edukasi seperti ini tidak berhenti pada saat siaran selesai. Informasi yang diperoleh dapat dibagikan kembali kepada keluarga, rekan kerja, dan lingkungan sekitar sehingga satu pesan keselamatan dapat berkembang menjadi kepedulian bersama,” tambah Muhammad Joharifin.
PLN UP3 Cirebon akan terus memperluas edukasi keselamatan ketenagalistrikan melalui berbagai pendekatan, mulai dari sosialisasi langsung kepada masyarakat hingga pemanfaatan radio dan platform digital. Dengan semakin terbukanya akses informasi dan partisipasi masyarakat, PLN berharap tercipta ekosistem kelistrikan yang tidak hanya andal dan berkualitas, tetapi juga semakin aman bagi seluruh masyarakat.
Dari udara melalui frekuensi radio hingga ruang digital melalui TikTok, PLN UP3 Cirebon membawa satu pesan yang sama: listrik memberikan banyak manfaat, dan keselamatan harus selalu menjadi yang utama.(via).





