
CIREBON, (SW)- BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar kegiatan penyerahan santunan sekaligus meresmikan program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian) bagi para penerima manfaat klaim BPJS Ketenagakerjaan, Senin 3 Agustus 2026.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., serta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Deny Yusyulian.
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., menyambut positif sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan BSI. Menurutnya, langkah ini sangat krusial dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja, khususnya bagi ahli waris pekerja rentan atau keluarga yang ditinggalkan oleh tulang punggungnya.
“Kami sangat mengapresiasi upaya ini. Selain santunan, ada pemberdayaan ekonomi lewat pelatihan bagi para penerima manfaat, termasuk para ahli waris. Langkah ini penting agar ketahanan ekonomi keluarga tetap terjaga dan tumbuh melalui sektor ekonomi kreatif,” tutur Imron.
Dalam kesempatan tersebut, Imron juga memaparkan komitmen Pemkab Cirebon dalam memberikan perlindungan kepada pekerja rentan, seperti nelayan, melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada alokasi terbaru, terdapat 2.870 nelayan dan pekerja rentan di Kabupaten Cirebon yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial.
Di akhir penyampaiannya, Bupati Cirebon turut mengimbau seluruh perusahaan di wilayahnya agar tertib melaksanakan kewajiban perlindungan jaminan sosial dan menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara optimal bagi masyarakat sekitar.
Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Deny Yusyulian, menjelaskan bahwa program PEKA merupakan salah satu program unggulan BPJS Ketenagakerjaan yang dirancang untuk membantu para ahli waris dan penerima santunan agar mampu mengelola dana yang diterima secara produktif.
“Melalui program PEKA, kami tidak hanya menyerahkan santunan secara tunai, tetapi juga memberikan edukasi berupa literasi keuangan dan berbagai pelatihan keterampilan. Harapannya, dana santunan yang diterima bisa dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Deny.
Pada kegiatan perdana di Cirebon ini, sebanyak 80 orang penerima manfaat klaim mendapatkan pelatihan budidaya/peternakan telur. Melalui pelatihan ini, BPJS Ketenagakerjaan dan BSI berharap dapat mencetak wirausahawan (entrepreneur) baru yang mampu memperkuat perekonomian keluarga sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
Ke depannya, program serupa akan terus digulirkan di berbagai wilayah Jawa Barat, termasuk di Kota Bandung, dengan materi pelatihan yang makin beragam seperti digital creative content, pembuatan kue, hingga pembuatan hampers. BSI juga disiapkan untuk mendukung keberlanjutan usaha para peserta melalui akses bantuan permodalan saat usaha mereka mulai berkembang.(via).





