
CIREBON, (SW) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri perbankan di wilayah Cirebon Raya untuk memperkuat peran intermediasi dan meningkatkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK RI, Dian Ediana Rae, saat memberikan arahan kepada pimpinan Bank Umum, Bank Umum Syariah, dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) se-Cirebon Raya dalam Sarasehan Industri Perbankan di Kantor OJK Cirebon.
Dian mengatakan, perbankan tidak cukup hanya menjaga stabilitas sektor keuangan maupun mengejar pertumbuhan aset dan laba. Lebih dari itu, industri perbankan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyaluran pembiayaan yang sehat, berkualitas, dan tepat sasaran.
“Perbankan bukan sekadar menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Perbankan adalah penggerak aktivitas ekonomi,” tegas Dian.
Menurutnya, optimalisasi fungsi intermediasi akan berdampak langsung terhadap perkembangan dunia usaha, peningkatan kapasitas UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dian juga mengingatkan pentingnya penguatan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, integritas, serta inovasi di tengah perubahan lanskap ekonomi.
Ia meminta pimpinan perbankan semakin memahami karakteristik ekonomi di daerah masing-masing. Pasalnya, setiap wilayah memiliki potensi unggulan dan kebutuhan pembiayaan yang berbeda.
“Dana masyarakat yang dihimpun perbankan pada hakikatnya harus kembali menjadi energi bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin besar pembiayaan yang mengalir kepada sektor-sektor produktif, semakin besar pula peluang lahirnya usaha baru, meningkatnya produktivitas, bertambahnya lapangan kerja, dan tumbuhnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, OJK dan industri perbankan juga membahas berbagai tantangan serta peluang pengembangan sektor perbankan di wilayah Cirebon Raya.
Pembahasan meliputi penguatan fungsi intermediasi, peningkatan kualitas pembiayaan, penguatan BPR, transformasi digital, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, pelindungan konsumen, literasi dan inklusi keuangan, serta perluasan akses pembiayaan bagi sektor produktif.
Hingga Triwulan I 2026, kinerja industri perbankan di wilayah Cirebon Raya masih berada dalam kondisi sehat. Penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus bertumbuh dengan dukungan permodalan yang kuat dan kualitas aset yang tetap terjaga.
Plh. Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Rianti Dwiyani, mengatakan OJK akan terus memperkuat kemitraan dengan industri perbankan melalui komunikasi terbuka, pembinaan berkelanjutan, dan pengawasan yang adaptif.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan penguatan industri perbankan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
“Keberhasilan industri perbankan bukan hanya tercermin dari indikator kinerja keuangan, tetapi dari besarnya dampak yang dirasakan masyarakat,” kata Agus.
Ia menambahkan, OJK ingin memastikan perbankan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam memperkuat pembiayaan sektor produktif, mendorong UMKM naik kelas, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Dian Ediana Rae juga berdialog dengan seluruh insan OJK Cirebon. Ia mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme pegawai OJK Cirebon serta mendorong penguatan integritas, kompetensi, dan kolaborasi dalam mengawal sektor jasa keuangan.
OJK menegaskan, penguatan industri perbankan tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga membangun fondasi perekonomian yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.(via).





