
CIREBON, (SW) – Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengapresiasi kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan bagi nelayan yang digelar di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Senin 2 Maret 2026.
Menurutnya, sosialisasi literasi keuangan di wilayah pesisir sangat penting mengingat mayoritas masyarakat Desa Gebang Mekar menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Kami berharap sosialisasi ini berdampak baik bagi warga, khususnya nelayan. Pemerintah daerah juga berharap pihak perbankan dapat memfasilitasi kebutuhan permodalan nelayan melalui program KUR,” ujar pria yang akrab disapa Jigus tersebut.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya mendorong akses pembiayaan, tetapi juga akan melakukan pengawasan tata kelola serta memberikan pendampingan agar pemanfaatan pembiayaan berjalan optimal dan tepat guna.
” Kelanjutannya nanti kita berikan juga pendampingan dan pembinaan, terkait dengan nelayan yang nanti sudah diberikan atau berikan fasilitas KUR tersebut,” ujar Agus.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu turut dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VII, Kardaya Warnika. Ratusan nelayan setempat antusias mengikuti forum tersebut dan menyampaikan berbagai persoalan, terutama terkait kesulitan akses permodalan usaha.
Kardaya Warnika menilai persoalan modal menjadi salah satu keluhan utama para nelayan. Ia menegaskan, akses pinjaman jangan sampai terkesan mempersulit masyarakat kecil yang membutuhkan tambahan modal usaha.
“Modal ini jangan sampai kesannya mempersulit nelayan. Harus diupayakan prosesnya cepat, agar nelayan tidak lari ke pinjaman online (pinjol) maupun rentenir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah menyediakan program pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang disubsidi hingga 50 persen. Jika bunga pinjaman sebesar 6 persen, maka 3 persen ditanggung pemerintah sehingga nasabah hanya membayar 3 persen.
“Kita minta kepada pihak bank agar tidak mempersulit nelayan atau warga yang mengajukan KUR. Kenapa banyak masyarakat terjerat pinjol? Karena mereka cepat merespons ketika ada pengajuan. Ini yang harus kita benahi,” tegasnya.
Sebagai anggota DPR RI, Kardaya menyebut pihaknya memiliki fungsi pengawasan dan sosialisasi agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya nelayan.
Dalam kegiatan tersebut, OJK bersama perbankan, termasuk Bank bjb, memaparkan secara rinci mekanisme pengajuan KUR serta skema pembiayaan lain yang dapat dimanfaatkan nelayan.
Melalui kolaborasi antara OJK, perbankan, DPR RI, dan Pemerintah Kabupaten Cirebon, diharapkan solusi konkret terkait permodalan segera terwujud sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di Desa Gebang Mekar.(via).





