
Oleh : Rizka Harni Sobari
BEKASI, JAWA BARAT, (SW) — SMPN 4 Kota Bekasi mulai menerapkan penggunaan Smartboard sebagai media pembelajaran berbasis digital. Penerapan ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mendorong kemajuan pendidikan agar tidak tertinggal dari negara lain.
Kepala SMPN 4 Kota Bekasi, Sungkawati menjelaskan, bahwa penggunaan Smartboard diawali dari adanya program pembelajaran mendalam berbasis digital yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Diawali dengan meluncurnya program dari Kemendikdasmen terkait dengan pembelajaran mendalam berbasis digital. Bapak Presiden ingin menyamakan kemajuan pendidikan, jangan sampai kita ketinggalan dengan negara luar,” ujar Kepala SMPN 4 Kota Bekasi.
Saat ini, Smartboard belum dipasang di seluruh ruang kelas. Perangkat tersebut baru tersedia di beberapa kelas sebagai tahap awal penerapan.
Salah satu Guru SMPN 4 Bekasi, Andika Emir Putra mengatakan, Smartboard sementara ini digunakan di kelas 7 dan kelas 9, namun penggunaannya akan diatur secara bergiliran agar seluruh siswa dapat merasakan manfaat teknologi tersebut.
“Untuk sementara ini ada di beberapa kelas, ada di kelas 7 dan kelas 9. Lalu bagaimana dengan kelas-kelas yang lain yang belum mendapatkan, itu biasanya akan di-rolling. Kita punya yang namanya moving kelas sehingga semuanya bisa merasakan Smartboard, jadi bukan hanya kelas 7 dan kelas 9, tapi kelas 8 pun bisa merasakan hal tersebut,” ujar salah satu Guru SMPN 4 Kota Bekasi.
Dengan sistem moving class, pihak sekolah memastikan seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan Smartboard dalam kegiatan belajar mengajar. Teknologi ini memungkinkan guru menyampaikan materi secara lebih interaktif melalui tampilan visual, audio, dan layar sentuh.
Pihak sekolah berharap penerapan Smartboard dapat meningkatkan minat belajar siswa sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih modern dan efektif di SMPN 4 Kota Bekasi.(*)





