
KUNINGAN, (SW) — Momentum bulan suci Ramadan dimaknai sebagai ajang berbagi dan memperkuat kepedulian sosial melalui sinergi antara PLN UID Jawa Barat dan Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rokhmat Ardiyan, dengan menyalurkan 1.000 paket sembako serta santunan bagi anak yatim di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Kegiatan sosial ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas lembaga dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan. Penyaluran bantuan dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara PLN, legislatif, dan warga.
Melalui pembagian paket sembako dan santunan anak yatim, masyarakat merasakan dukungan nyata dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran keluarga, memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, serta memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Kabupaten Kuningan.
Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong. Sinergi antara DPR RI dan PLN ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai bagian dari entitas yang peduli terhadap lingkungan sosial.
“Kami percaya bahwa kehadiran PLN tidak hanya melalui pelayanan kelistrikan yang andal, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan dampak sosial. Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan mempererat hubungan antara PLN dan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PLN UID Jawa Barat bersama Anggota Komisi XII DPR RI menegaskan komitmen untuk terus bersinergi mendukung kesejahteraan masyarakat serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi daerah.(via).





