
CIREBON, (SW)- Ratusan tukang becak dan sopir angkot di Kabupaten Cirebon, menerima kompensasi senilai RP 1,4 juta, sebagai pengganti cuti beroperasi selama masa arus mudik dan balik lebaran 2026.
Kompensasi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Bupati Cirebon Imron dan Kapolresta Cirebon Kombes Imara Utama.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi kepada para tukang becak, angkot, ojek dan andong menjelang arus mudik Lebaran sebagai upaya mengurangi potensi kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Program tersebut juga ditujukan untuk menertibkan aktivitas kendaraan tidak bermotor yang kerap berhenti atau menunggu penumpang di pinggir jalan.
“Kompensasi kepada tukang becak ini untuk mengurai agar tidak terjadi kemacetan yang disebabkan karena jalurnya digunakan untuk ngetem angkot, becak, andong, maupun ojek,” kata Dedi.
Ia menjelaskan para tukang becak akan menerima bantuan sebesar Rp1,4 juta per orang sebagai bentuk dukungan selama mereka tidak beroperasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Dengan bantuan ini mereka bisa cuti dulu selama menjelang Idul Fitri,” ujarnya.
Menurut Dedi, program tersebut tidak hanya diterapkan di satu wilayah saja, tetapi menyasar ribuan pengemudi becak di berbagai daerah di Jawa Barat.
“Kalau se-Jawa Barat jumlahnya sampai sekitar 5.000 orang, tetapi masih ada tambahan-tambahan yang nanti akan kami cover dengan dana yang lain,” katanya.
Khusus di wilayah Cirebon, Dedi menyebut saat ini tercatat sekitar 557 tukang becak yang akan menerima bantuan tersebut, meskipun jumlahnya masih berpotensi bertambah.
“Yang di Cirebon sekitar 557 orang, tetapi nanti kemungkinan masih ada tambahan,” ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut cukup efektif untuk meminimalisir potensi kemacetan, terutama di kawasan yang sering dipadati kendaraan saat arus mudik.
“Kegiatan ini efektif untuk meminimalisir kemacetan,” kata Dedi.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
Menurut dia, kebijakan tersebut dapat membantu kelancaran lalu lintas selama masa angkutan Lebaran sekaligus memberikan dukungan kepada para pengemudi becak.
“Dari pemerintah pusat kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dengan programnya ini karena bisa membantu semuanya,” ujar Dudy.
Ia menjelaskan program tersebut memberikan dampak positif tidak hanya bagi kelancaran arus mudik, tetapi juga bagi petugas di lapangan yang bertugas mengatur lalu lintas.
“Tadi Pak Gubernur menyampaikan bahwa program ini membantu petugas di lapangan karena jalan menjadi lebih lancar, membantu arus mudik menjadi lebih nyaman, dan juga membantu para pengemudi becak,” katanya.
Dudy menambahkan selama masa angkutan Lebaran para pengemudi becak dapat beristirahat sekaligus tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.
“Selama masa angkutan Lebaran ini mereka bisa beristirahat, tetapi juga tetap mendapatkan bantuan dari Pak Gubernur,” ujarnya.(via).





