
CIREBON, (SW) — Dalam upaya memperkuat keandalan suplai listrik di tengah meningkatnya intensitas hujan, PLN UP3 Cirebon melalui Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) melaksanakan kegiatan pemasangan penangkal petir pada jaringan Tegangan Menengah (TM) 20 kV di wilayah Arjawinangun dan sekitarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi preventif PLN untuk meminimalkan potensi gangguan akibat sambaran petir yang kerap terjadi saat musim hujan. Dengan terpasangnya perangkat proteksi tersebut, jaringan distribusi listrik menjadi lebih terlindungi dari lonjakan tegangan yang dapat memicu gangguan maupun kerusakan peralatan. Pekerjaan dilakukan oleh tim PDKB dengan metode tanpa padam, sehingga masyarakat tetap dapat menikmati aliran listrik secara normal selama proses pemasangan berlangsung.
Upaya penguatan sistem ini memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat. Keandalan pasokan listrik menjadi lebih terjaga, risiko pemadaman akibat cuaca ekstrem dapat ditekan, serta kualitas tegangan yang diterima pelanggan menjadi lebih stabil. Kondisi ini tentu mendukung kelancaran aktivitas rumah tangga, kegiatan usaha, layanan pendidikan, hingga operasional fasilitas publik di wilayah Arjawinangun dan sekitarnya.
Manajer PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim hujan menjadi prioritas PLN dalam menjaga kualitas pelayanan.
“Wilayah dengan intensitas petir yang tinggi memerlukan penguatan sistem proteksi yang optimal. Melalui pemasangan penangkal petir pada jaringan 20 kV ini, kami berupaya memastikan pasokan listrik tetap andal dan aman bagi masyarakat, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu,” ujarnya.
PLN UP3 Cirebon akan terus melakukan penguatan dan pemeliharaan jaringan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berorientasi pada kepentingan pelanggan.(via).





