
CIREBON, (SW)- Dalam rangka memperingati hari jadi ke-544, Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar kegiatan napak tilas ke sejumlah situs bersejarah, Rabu 1 April 2026.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Keraton Kasepuhan. Di lokasi tersebut, rombongan mendengarkan pemaparan sejarah berdirinya Cirebon yang disampaikan oleh Sultan Sepuh. Selanjutnya, rombongan bertolak ke Gunung Jati untuk berziarah ke makam Syekh Syarif Hidayatullah, tokoh penting dalam sejarah berdirinya Cirebon.
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, menegaskan bahwa kegiatan napak tilas ini menjadi momentum penting untuk mengingat dan menghargai sejarah perjuangan para pendiri daerah.
“Kami bersama Wakil Bupati dan Forkopimda melaksanakan ziarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri, khususnya Syekh Syarif Hidayatullah yang memiliki peran besar dalam berdirinya Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.
Ia menjelaskan, dari kegiatan di Keraton Kasepuhan, rombongan mendapatkan pemahaman mendalam terkait sejarah awal berdirinya Cirebon yang dibacakan langsung oleh Sultan Sepuh.
“Tadi di Kasepuhan kita diurai sejarah berdirinya Cirebon. Ini penting agar kita tidak melupakan sejarah, karena dari sejarah itu kita mendapatkan spirit untuk membangun daerah ke depan,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pendiri harus terus dilestarikan oleh generasi saat ini, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Kita sebagai penerus tidak boleh melupakan sejarah. Nilai-nilai perjuangan itu harus kita jaga dan kita lestarikan agar menjadi semangat dalam membangun Kabupaten Cirebon yang lebih baik,” tegasnya.
Imron juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian nilai budaya serta keagamaan.
“Syekh Syarif Hidayatullah menitipkan nilai-nilai keagamaan, budaya, serta kepedulian terhadap fakir miskin. Ini menjadi pesan moral bagi kita semua bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga soal nilai dan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sektor.
“Kita harus membangun ekonomi bersama, meningkatkan pendidikan, kesehatan, dan tetap melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Cirebon,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi ziarah dan silaturahmi, terutama dalam momentum hari besar daerah.
“Pada saat libur atau momentum seperti ini, masyarakat juga bisa bersilaturahmi dan berziarah, sekaligus mengingat perjuangan para wali di Indonesia,”ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi ke-544 ini diharapkan menjadi refleksi untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah.
“Seperti yang sudah disampaikan Pak Bupati, harapannya dengan ulang tahun Kabupaten Cirebon ini ke depan bisa lebih baik lagi dan masyarakatnya lebih sejahtera,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam menjalankan program pembangunan sesuai dengan visi dan misi yang telah disampaikan kepada masyarakat.
“Kami dari pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam membangun Kabupaten Cirebon sesuai dengan program-program yang sudah direncanakan,” jelasnya.
Terkait infrastruktur, Agus menyoroti kondisi jalan yang menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah saat ini.
“Secara keseluruhan, jalan merupakan kewajiban kami sebagai pemerintah daerah. Ini menjadi salah satu fokus utama yang sedang kami garap,” ujarnya.
Ia optimistis dalam sisa masa jabatan yang ada, pembangunan infrastruktur jalan dapat diselesaikan secara bertahap.
“Sekarang kita mulai fokus menggarap pembangunan jalan. Harapannya dalam sisa empat tahun ke depan, kondisi jalan di Kabupaten Cirebon bisa selesai dan lebih baik,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan napak tilas ini, pemerintah daerah berharap semangat perjuangan para pendiri dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun Kabupaten Cirebon yang maju, sejahtera, serta tetap berakar pada nilai sejarah dan budaya lokal.(via).





