
MADIUN, (SW)– Langkah tak biasa dilakukan dua pimpinan daerah Cirebon. H. Agus Kurniawan Budiman Wakil Bupati Cirebon bersama Effendi Edo, Wali Kota Cirebon kompak melakukan studi tiru ke Kabupaten Madiun, membedah strategi pembiayaan alternatif infrastruktur yang dinilai sukses mempercepat pembangunan tanpa membebani fiskal daerah.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Bupati Madiun beserta jajaran di Sekretariat Daerah Kabupaten Madiun. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis bertukar gagasan soal skema pembiayaan inovatif di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Fokus utama kunjungan ini adalah menggali model pembiayaan non-konvensional—mulai dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), optimalisasi aset daerah, hingga pola kolaborasi dengan sektor swasta yang tetap berpihak pada kepentingan publik.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman yang akrab di panggil Jigus menyampaikan bahwa tantangan pembangunan infrastruktur saat ini tidak hanya soal perencanaan, tetapi juga kreativitas dalam mencari sumber pendanaan.
“Kami ingin terus belajar dan berkolaborasi. Pembangunan harus tetap berjalan, tetapi tidak boleh membebani kemampuan fiskal daerah. Karena itu, skema pembiayaan alternatif menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Effendi Edo Wali Kota Cirebon yang menilai sinergi antar daerah penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan praktik terbaik.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti jalan, sanitasi, fasilitas publik, hingga kawasan ekonomi baru membutuhkan terobosan pembiayaan agar tidak sepenuhnya bergantung pada APBD maupun dana transfer pusat.
Studi tiru ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi Kabupaten Cirebon untuk mengadopsi praktik terbaik yang adaptif dan berkelanjutan. Dengan strategi pembiayaan yang tepat, proyek infrastruktur bisa dipercepat tanpa mengorbankan stabilitas keuangan daerah.
Kolaborasi lintas daerah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah kini semakin terbuka pada inovasi pembiayaan. Bukan sekadar membangun, tetapi membangun dengan strategi yang matang dan berorientasi jangka panjang.
Jika formulanya tepat, bukan tak mungkin Kabupaten dan Kota Cirebon akan menjadi salah satu daerah yang mampu melesat dalam pembangunan infrastruktur—tanpa harus “megap-megap” oleh beban anggaran.(via).





