
CIREBON, (SW)- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon terus memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan, termasuk penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), melalui fasilitas penunjang dan bantuan petugas di stasiun. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam memberikan kemudahan akses serta mendukung perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh kalangan masyarakat. Pelayanan ini mencerminkan komitmen KAI dalam memastikan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi, termasuk bagi mereka yang memerlukan bantuan tambahan saat berada di stasiun maupun ketika akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Sejumlah fasilitas pendukung bagi pelanggan lansia dan penyandang disabilitas telah tersedia di sejumlah stasiun wilayah operasional Daop 3 Cirebon, di antaranya kursi roda untuk membantu mobilitas pelanggan, jalur pemandu atau guiding block bagi penyandang tunanetra, serta akses yang dapat dilalui pengguna kursi roda.
Selain itu, disediakan juga tempat parkir disabilitas serta toilet disabilitas baru yang dilengkapi dengan teknologi pintu otomatis untuk keamanan serta fasilitas serba otomatis untuk mempermudah penggunaan. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan pelanggan sesuai kebutuhan untuk menunjang kemudahan saat beraktivitas di area stasiun.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas ramah disabilitas dan lansia merupakan bagian penting dari pelayanan KAI yang mengedepankan kenyamanan, keselamatan, dan kesetaraan akses bagi seluruh pelanggan.
“Kami berupaya memastikan seluruh pelanggan mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya. Fasilitas yang tersedia di stasiun, seperti kursi roda, jalur pemandu bagi penyandang tunanetra, dan akses bagi pengguna kursi roda, diharapkan dapat membantu pelanggan menjalani perjalanan dengan lebih mudah dan nyaman,” ujar Muhibbuddin.
Selain didukung fasilitas yang tersedia, pelayanan kepada pelanggan juga dilakukan melalui bantuan petugas di lapangan. Mulai dari membantu pelanggan yang membutuhkan kursi roda, memberikan arahan menuju ruang tunggu, hingga mendampingi proses naik dan turun kereta, petugas berupaya memberikan pelayanan yang responsif sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan.
Bagi pelanggan lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas maupun penyandang disabilitas yang membutuhkan akses khusus, dukungan fasilitas dan bantuan petugas dapat memberikan kemudahan tersendiri. Hal sederhana seperti mendapatkan bantuan menuju kereta atau memperoleh arahan saat berada di stasiun dapat membuat perjalanan terasa lebih tenang, baik bagi pelanggan maupun keluarga yang mendampingi.
Muhibbuddin menambahkan, pelayanan yang inklusif tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga bagaimana seluruh petugas memberikan perhatian dan bantuan dengan sikap ramah serta menghormati kebutuhan pelanggan.
“Setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami mengajak seluruh petugas untuk terus memberikan pelayanan dengan penuh kepedulian dan memastikan pelanggan lansia maupun penyandang disabilitas memperoleh bantuan yang diperlukan. Kami ingin setiap pelanggan merasa aman, nyaman, dan dihargai selama menggunakan layanan kereta api,” tambahnya.
KAI Daop 3 Cirebon mengimbau pelanggan yang membutuhkan bantuan khusus agar dapat berkoordinasi dengan petugas stasiun sehingga pelayanan dapat diberikan sesuai kebutuhan. Dengan dukungan fasilitas yang tersedia dan pelayanan petugas yang humanis, KAI berharap perjalanan kereta api dapat menjadi pilihan transportasi yang semakin nyaman dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami percaya bahwa pelayanan yang baik adalah pelayanan yang dapat dirasakan oleh semua orang. Melalui fasilitas yang tersedia dan kepedulian bersama, kami berharap setiap pelanggan dapat menikmati perjalanan kereta api dengan aman, nyaman, dan menyenangkan,” tutup Muhibbuddin.(via).





