
CIREBON, (SW) – Keandalan listrik tidak hanya dibangun dari jaringan dan peralatan, tetapi juga dari kemampuan personel yang bekerja di baliknya. Untuk memperkuat kompetensi tersebut, PLN UP3 Cirebon kembali menggelar Campus Yantek Batch 2, Rabu (4/11/2026), dengan melibatkan perwakilan tenaga teknik (Yantek) dari lima Unit Layanan Pelanggan (ULP) di bawah asuhan PLN UP3 Cirebon.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penyegaran kompetensi bagi personel Yantek yang sehari-hari berhadapan langsung dengan jaringan dan peralatan kelistrikan di lapangan.
Campus Yantek Batch 2 menghadirkan materi yang memadukan aspek regulasi, pemahaman teknologi, pengujian kondisi peralatan hingga praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi Regulasi K3 oleh Amir Machmud, SH., MH., FIOHL oleh PT Helix, Tahanan Isolasi dan Termovisi oleh PT Electrical Services, serta ditutup dengan praktik lapangan.
Meningkatkan Kemampuan Sebelum Turun ke Lapangan
Bagi pelanggan, peningkatan kompetensi Yantek memberikan manfaat yang dirasakan melalui kualitas penanganan jaringan. Personel yang memiliki pemahaman teknis dan keselamatan yang baik akan lebih siap melakukan pekerjaan secara tepat, terukur, dan sesuai prosedur.
Materi tahanan isolasi dan termovisi, misalnya, memberikan tambahan kemampuan dalam mengenali kondisi peralatan dan indikasi potensi masalah sejak dini. Sementara pemahaman mengenai FIOHL memperkaya wawasan personel terhadap teknologi dan peralatan yang digunakan dalam sistem jaringan.
Adapun penguatan regulasi K3 menjadi fondasi penting agar setiap pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan personel, pelanggan, maupun lingkungan sekitar.
Dengan kompetensi yang terus diperbarui, PLN dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan pemeliharaan preventif, mendeteksi potensi gangguan, serta menangani permasalahan teknis secara lebih cepat dan tepat.
Manajer PLN UP3 Cirebon mengatakan Campus Yantek dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan pembelajaran, tetapi sebagai bagian dari upaya memastikan kemampuan personel terus mengikuti kebutuhan pekerjaan di lapangan.
“Yantek merupakan salah satu ujung tombak PLN karena mereka berhadapan langsung dengan kondisi jaringan dan pelanggan. Karena itu, kompetensi mereka harus terus diperkuat. Apa yang dipelajari di Campus Yantek harus bisa diterjemahkan menjadi kemampuan nyata ketika mereka kembali bekerja di lapangan,” ujar Manajer PLN UP3 Cirebon.
Menurutnya, perpaduan materi kelas dan praktik menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan personel.
“Kami sengaja menggabungkan regulasi K3, pemahaman peralatan, metode pemeriksaan hingga praktik. Harapannya teman-teman Yantek tidak hanya memahami teori, tetapi juga semakin terbiasa menerapkannya dengan benar ketika menghadapi kondisi nyata di jaringan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pada akhirnya harus bermuara pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ketika personel semakin kompeten, pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan aman. Dampaknya kembali kepada pelanggan melalui jaringan yang lebih terpelihara, potensi gangguan yang dapat dideteksi lebih awal, serta penanganan gangguan yang semakin profesional,” ungkapnya.
Kompetensi Yantek, Investasi untuk Keandalan
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dari strategi PLN dalam menjaga keandalan sistem distribusi.
“Jaringan yang baik harus dijaga oleh orang-orang yang memiliki kompetensi yang baik. Karena itu, investasi PLN bukan hanya pada pembangunan dan modernisasi infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang mengoperasikannya,” ujar Muhammad Joharifin.
Menurutnya, perkembangan teknologi kelistrikan menuntut personel untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Teknologi terus berkembang, metode kerja juga berkembang. Personel Yantek harus memiliki kemauan untuk terus belajar agar mampu mengikuti perubahan tersebut. Campus Yantek menjadi salah satu wadah untuk memperkuat kemampuan teknis sekaligus membangun budaya belajar di lingkungan PLN,” tambahnya.
Joharifin juga menekankan bahwa kompetensi dan keselamatan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Tidak ada keandalan yang dibangun dengan mengorbankan keselamatan. Personel harus memahami apa yang dikerjakan, bagaimana cara mengerjakannya, dan apa risikonya. Karena itu, penguatan K3 harus selalu menjadi bagian dari peningkatan kompetensi teknis,” tegasnya.
Ia berharap pembelajaran yang diperoleh melalui Campus Yantek dapat memberikan dampak nyata bagi pelanggan.
“Kami ingin setiap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang kelas. Bawa ke lapangan, terapkan dengan benar, dan jadikan itu sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Ketika Yantek semakin kompeten, pelanggan akan mendapatkan manfaat dalam bentuk jaringan yang semakin andal dan penanganan gangguan yang semakin cepat,” ungkap Joharifin.
Belajar Hari Ini, Melayani Lebih Baik Esok Hari
Campus Yantek Batch 2 PLN UP3 Cirebon menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun tenaga teknik yang memiliki kemampuan teknis, kesadaran keselamatan, serta kesiapan menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Kegiatan yang diikuti perwakilan Yantek dari ULP Cirebon Kota, ULP Sumber, ULP Kuningan, ULP Ciledug, dan ULP Cilimus tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarunit.
Dengan adanya transfer pengetahuan dan praktik bersama, personel memiliki kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai kondisi jaringan dan metode penanganan pekerjaan yang ditemui di lapangan.
Bagi masyarakat, proses tersebut pada akhirnya bermuara pada satu hal: pelayanan kelistrikan yang semakin aman dan andal.
PLN UP3 Cirebon akan terus mendorong peningkatan kompetensi personel melalui pembelajaran, praktik, dan evaluasi berkelanjutan agar kemampuan tenaga teknik selalu siap menjawab kebutuhan pelayanan di lapangan.
Karena sebelum PLN memperbaiki jaringan, ada orang-orang yang harus terlebih dahulu memahami cara memperbaikinya. Dan sebelum pelanggan merasakan listrik yang andal, ada kompetensi yang harus terus diasah di baliknya.(via).





