
Tak dapat dipungkiri jika pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia sekitar tujuh tahun silam telah berhasil merubah perilaku manusia. Nyaris semua aktivitas manusia terpaksa dilakukan secara daring (dalam jaringan/online). Berbagai aktivitas yang dilakukan secara daring itu menandakan bahwa transformasi digital adalah sebuah keniscayaan.
Seperti halnya digitalisasi layanan kelistrikan oleh PLN. Kelincahan teknologi membangun pertumbuhan energi dan kesadaran PLN untuk adaptif terhadap perkembangan zaman. PLN Mobile merupakan wujud transformasi dengan fitur paripurna sebagai solusi kebutuhan pelanggan.
Nur Via Pahlawanita, Cirebon
Kala itu, seketika ruangan menjadi gelap. Di saat Intan Kurnia Dewi (37) perlahan terhanyut ke dalam tidur yang menenangkan, tiba-tiba listrik di rumahnya padam. Sontak Intan terkejut hingga matanya membelalak terbuka lebar, seolah tidak menyangka listrik akan padam di malam yang beranjak larut.
Jam di gawai Intan menunjukkan pukul 01.20 WIB. Suara rengean tangisan, Achnav dan Nabhan kedua anak laki-lakinya mulai mengisi keheningan malam. “Dia kepanasan. Biasanya kalau tidur kipas anginnya nonstop. Mati sebentar bangun, nangis, minta dihidupin lagi,”kata intan.
Terlintas diingatan, ia nampaknya menunda mengisi token listrik sore tadi. Hari itu, Intan cukup sibuk sehingga lupa meteran di rumah minimalisnya yang berlokasi di Kelurahan kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat itu telah terdengar bunyi ‘tit tit tit’ yang menandakan token listriknya akan habis.
“Karena sibuk, sampai-sampai lupa isi token,”ungkap Intan menceritakan pengalamannya.
Sebagai seorang ibu rumah tangga, Intan tergolong aktif. Berbagai aktifitas Dia lakoni dalam kesehariannya.
Ditambah lagi, malam itu sang suami ada keperluan ke luar kota. Sehingga, wajar saja jika Dirinya tidak mengingat soal token listrik yang hampir habis sebelum listrik di rumahnya padam.
“Memang sering kelupaan. Kalau ada suami, Dia yang ngisi. Malam itu, tokennya habis juga karena Saya lupa,”kata Intan.
Beruntung, Intan telah mengunduh aplikasi New PLN Mobile di ponselnya, sehingga Dia tidak perlu menunggu pagi hari untuk membeli token. Cukup mustahil juga baginya keluar membeli token di malam buta dan meninggalkan anaknya yang sedang pulas tertidur sendiri di rumah.
“Membantu sekali aplikasi ini (PLN Mobile). Kalau tidak ada, malam itu kami bisa-bisa tidur dalam gelap. Mungkin juga tidak tidur karena anak Saya merengek semalam suntuk,”tutur Intan.
Sejumlah fitur yang tersedia di aplikasi PLN Mobile, diakui Intan sangat berguna baginya. Dia mengatakan, aplikasi yang cukup lengkap itu sangat memudahkan di tengah kesibukannya sebagai seorang ibu rumah tangga.
“Komplit, Saya akui. Isi token jadi gampang.Bahkan kalau ada gangguan listrik tinggal bikin laporan di PLN mobile, kini jadi praktis mudah dalam genggaman,”ungkapnya.
Sementara, Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian menjelaskan diwilayah Cirebon ada 1.140.746 pelanggan PLN. Dari jumlah itu, sebanyak 232.595 pelanggan telah menggunakan PLN mobile.
Menurutnya, aplikasi canggih dari PLN itu telah mengintegrasikan banyak sekali komponen yang kompleks. “Ini merupakan bagian dari transformasi yang kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. Tak hanya sekadar aplikasi, melalui PLN Mobile ini, kami ingin memberikan pengalaman baru, serta kemudahan kepada pelanggan,”katanya, kemarin (27/10/2026).
Beberapa hal yang telah mengalami peningkatan di antaranya:
Integrasi Pelayanan
PLN Mobile mengonsolidasikan dan mengintegrasikan pelayanan listrik kepada pelanggan.
Ini berbeda jauh dengan sistem lama yang terpisah-pisah, tidak terkoordinir dan bahkan ada yang masih dikerjakan secara manual. Dalam transformasi PLN Mobile yang baru, semua itu diintegrasikan dalam satu platform.
Kemudian yang juga diintegrasikan di sana adalah layanan seperti Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T), Aplikasi Pengaduan dan Keluhan Terpadu (APKT), Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat (P2APST), Aplikasi Catat Meter Terpusat (ACMT) dan lainnya.
Jika sebelumnya aplikasi yang lama hanya menjadi jembatan untuk menghubungkan pelanggan ke call center PLN123, di aplikasi baru semua itu dilakukan melalui tahapan yang mudah dan langsung.
Streamlining Proses Bisnis
PLN Mobile bukan sekadar aplikasi yang menyederhanakan proses untuk menyatukan yang terpisah-pisah, tetapi juga sekaligus melakukan streamlining proses bisnis PLN dalam pelayanan pelanggan.
Dalam hal ini dapat dipahami, beragam fitur itu disederhanakan. Kemudian intervensi manusia dihilangkan, atau dikurangi kadarnya seminimal mungkin.
Aplikasi PLN Mobile yang lama tidak dapat menangani transaksi pembelian token maupun pembayaran tagihan.
Padahal itu adalah esensi dari revenue stream bisnis PLN, tetapi tidak ditangani langsung oleh sistem PLN. Oleh sebab itu di masa lalu, potensi pendapatan yang langsung diterima PLN menjadi hilang, karena harus melalui pihak ketiga.
Penanganan Pengaduan
Dalam New PLN Mobile, kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan layanan prima disatukan dalam menu Pengaduan . Menu ini mengonsolidasikan seluruh proses bisnis terkait penanganan gangguan yang di dalam aplikasi lama berlangsung manual, terkotak-kotak, atau bahkan terpisah-pisah.
Pelanggan dapat memonitor status keluhan dan pengaduan yang mereka ajukan, sehingga memberikan ketenangan dan kepastian apakah pengaduan mereka tertangani atau belum.
PLN mengadopsi proses cepat itu untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggannya.
“PLN Mobile mengonsolidasikan seluruh database pelanggan, beserta profil ringkasnya di dalam AP2T. Misalnya nama, daya, tarif, alamat, dan koordinatnya,”ungkapnya.
Selain itu juga bisa dilakukan pembelian token listrik, atau membayar tagihan pun akan lebih mudah, Pelanggan tidak perlu ke mana-mana lagi, cukup dari aplikasi ini dalam genggaman.
Bahkan, melalui aplikasi PLN Mobile, notifikasi bila ada pemutusan jaringan listrik karena pemeliharaan pun bisa diketahui oleh pelanggan terlebih dahulu. Hal itu membuat mereka bisa melakukan persiapan.
“PLN Mobile adalah sebuah terobosan yang dilakukan oleh PLN untuk memangkas proses rumit dalam melayani pelanggan. Berbagai upaya penyatuan sinergi sistem yang rumit telah dilakukan sebagai wujud kesungguhan transformasi PLN. Hal itu dengan tujuan menjadikan pelanggan PLN sebagai prioritas utama, yang dalam sebuah ungkapan dikenal dengan sebutan, pelanggan adalah raja,”tukasnya.(via).





