
CIREBON, (SW) – Keselamatan masyarakat di sekitar jaringan listrik menjadi perhatian PLN UP3 Cirebon. Melalui Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), PLN melakukan pemasangan rambalika pada jaringan Tegangan Menengah (TM) 20 kV di wilayah Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Pemasangan rambalika dilakukan sebagai bagian dari upaya PLN memperkuat edukasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap keberadaan jaringan listrik bertegangan di lingkungan sekitar. Keberadaan tanda peringatan di sejumlah titik diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan ketika melakukan aktivitas di dekat jaringan listrik.
Jaringan 20 kV memiliki tegangan tinggi dan dapat menimbulkan risiko keselamatan apabila masyarakat melakukan aktivitas terlalu dekat dengan jaringan. Karena itu, PLN mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan pembangunan rumah, renovasi bangunan, pemasangan atap, penggunaan alat kerja bertangkai panjang, maupun aktivitas lainnya yang berpotensi mendekati jaringan listrik.
Satu Langkah Waspada, Cegah Risiko Kecelakaan
Bagi masyarakat, pemasangan rambalika memberikan manfaat sebagai peringatan visual agar keberadaan jaringan listrik lebih mudah dikenali. Hal ini penting terutama di wilayah yang aktivitas pembangunan dan kegiatan masyarakatnya cukup dekat dengan jalur jaringan.
Rambu tersebut diharapkan dapat membantu pekerja maupun masyarakat mengenali area yang membutuhkan perhatian khusus sebelum memulai pekerjaan. Dengan demikian, potensi aktivitas yang terlalu dekat dengan jaringan dapat diantisipasi sejak tahap perencanaan.
PLN juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pekerjaan yang berpotensi mendekati jaringan listrik tanpa memperhatikan jarak aman. Apabila terdapat rencana pembangunan atau pekerjaan yang lokasinya berdekatan dengan jaringan PLN, masyarakat dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan PLN untuk mendapatkan informasi dan arahan keselamatan.
Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, mengatakan pemasangan rambalika merupakan bagian dari langkah preventif PLN untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya jaringan listrik.
“Kami ingin masyarakat semakin aware bahwa di sekitar kita terdapat jaringan listrik 20 kV yang harus dihormati dan dijaga jaraknya. Rambalika ini menjadi pengingat agar sebelum melakukan pembangunan atau aktivitas lainnya, masyarakat melihat terlebih dahulu kondisi jaringan di sekitar lokasi,” ujar Muhammad Ardian.
Menurutnya, pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah terjadi kecelakaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat apakah pekerjaan bisa dilakukan, tetapi juga melihat aspek keselamatannya. Atap, besi, bambu, alat kerja, maupun material bangunan jangan sampai mendekati jaringan listrik. Kalau lokasinya berdekatan dengan jaringan, lebih baik berkoordinasi terlebih dahulu dengan PLN,” tambahnya.
Ardian juga mengajak masyarakat untuk turut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan masing-masing.
“Keselamatan jaringan bukan hanya tanggung jawab PLN. Masyarakat juga memiliki peran besar. Ketika masyarakat memahami risikonya dan lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar jaringan, potensi kecelakaan dapat kita cegah bersama,” jelasnya.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan bagian penting dari pelayanan PLN.
“Tugas PLN bukan hanya memastikan listrik tersalurkan dengan andal, tetapi juga memastikan masyarakat memahami bagaimana beraktivitas secara aman di sekitar jaringan listrik. Pemasangan rambalika menjadi salah satu bentuk edukasi sekaligus pengingat bahwa jaringan listrik harus diperlakukan dengan sangat hati-hati,” ujar Muhammad Joharifin.
Ia mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan keberadaan jaringan sebelum melakukan pekerjaan konstruksi maupun aktivitas lainnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu melihat kondisi lingkungan sebelum memulai pekerjaan, khususnya pembangunan atau renovasi yang menggunakan material dan peralatan dengan jangkauan tinggi. Jangan sampai aktivitas tersebut terlalu dekat dengan jaringan listrik. Jika membutuhkan informasi mengenai kondisi jaringan, silakan berkoordinasi dengan PLN,” tambahnya.
Menurut Joharifin, budaya keselamatan harus dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Keselamatan sering kali dimulai dari satu tindakan sederhana, yaitu berhenti sejenak dan memperhatikan lingkungan sekitar sebelum bekerja. Ketika ada jaringan listrik di dekat lokasi pekerjaan, jangan mengambil risiko. Jaga jarak, gunakan metode kerja yang aman, dan koordinasikan dengan pihak PLN apabila diperlukan,” ungkapnya.
PLN Ajak Warga Jadi Garda Terdepan Keselamatan
Pemasangan rambalika di wilayah Gunung Jati menjadi bagian dari langkah preventif PLN UP3 Cirebon dalam membangun kesadaran keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat.
Selain memasang tanda peringatan, PLN terus mendorong masyarakat agar aktif memperhatikan kondisi jaringan listrik di sekitar tempat tinggal maupun lokasi usaha. Terutama ketika akan melakukan aktivitas yang menggunakan material panjang, alat berat, pekerjaan konstruksi, atau pembangunan yang berpotensi mendekati jaringan 20 kV.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan tindakan sendiri terhadap jaringan listrik, seperti memindahkan, menggeser, maupun menyentuh bagian jaringan dan peralatan listrik.
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, potensi kecelakaan akibat aktivitas yang terlalu dekat dengan jaringan listrik dapat diminimalkan. Pada saat yang sama, upaya tersebut turut mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi warga dan pekerja.
Rambalika mungkin hanya sebuah tanda di pinggir jalan. Namun di balik tanda tersebut ada pesan penting: listrik memberi manfaat ketika digunakan dengan aman, dan keselamatan dimulai dari kesadaran untuk menjaga jarak.
PLN UP3 Cirebon mengajak seluruh masyarakat Gunung Jati dan wilayah lainnya untuk bersama-sama menjadi bagian dari budaya keselamatan ketenagalistrikan.
Kenali jaringan di sekitar kita, jaga jarak aman, dan jangan mengambil risiko. Karena satu langkah lebih waspada hari ini dapat mencegah kecelakaan di kemudian hari.(via).





