
CIREBON, (SW) – Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan insan PLN UP3 Cirebon melalui pendampingan terhadap Bapak Khamim, warga asal Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, yang ditemukan tinggal seorang diri dalam kondisi membutuhkan perhatian dan bantuan.
Kondisi tersebut diketahui melalui laporan dan temuan di lapangan. Menindaklanjuti informasi tersebut, unsur kepedulian sosial bersama pihak terkait segera melakukan koordinasi untuk memberikan pertolongan dan memastikan kebutuhan Bapak Khamim dapat ditangani.
PLN turut mengambil bagian dengan membantu memfasilitasi berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan untuk mendapatkan penanganan kesehatan, hingga koordinasi dengan Dinas Sosial guna memastikan Bapak Khamim mendapatkan perhatian dan penanganan yang sesuai.
Proses pendampingan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kondisi dan kebutuhan Bapak Khamim. Setelah kondisinya lebih tenang dan koordinasi dengan pihak terkait dilakukan, proses kepulangan ke kampung halaman di Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, kemudian dilaksanakan dengan aman dan lancar.
Kepulangan tersebut menjadi bagian penting dari proses pendampingan karena Bapak Khamim akhirnya dapat kembali berada di lingkungan keluarga dan sanak saudara. Kehadiran keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan sosial sekaligus membantu proses pemulihan dan keberlanjutan perawatan sesuai kebutuhan.
Bantuan yang Berujung pada Kembali Bersama Keluarga
Bagi Bapak Khamim, dukungan yang diberikan bukan hanya mengenai pemenuhan kebutuhan dasar. Pendampingan dan koordinasi lintas pihak memberikan akses terhadap bantuan yang lebih menyeluruh, termasuk penanganan kesehatan dan dukungan sosial.
Keterlibatan Dinas Sosial juga menjadi bagian penting agar penanganan tidak berhenti pada bantuan sesaat. Dengan terhubungnya penerima manfaat kepada pihak yang memiliki kewenangan dan sumber daya dalam pelayanan sosial, kebutuhan lanjutan dapat lebih mudah ditindaklanjuti.
Sementara itu, kepulangan ke Arjawinangun memberikan manfaat yang lebih besar dari sekadar perpindahan tempat. Bapak Khamim dapat kembali berada di tengah sanak saudara, sehingga terdapat lingkungan sosial yang dapat memberikan perhatian dan pendampingan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi PLN, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial membutuhkan kepekaan untuk melihat kondisi di sekitar sekaligus keberanian untuk mengambil langkah ketika menemukan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, mengatakan PLN berupaya hadir ketika menemukan masyarakat yang membutuhkan bantuan, dengan tetap membangun koordinasi bersama pihak yang memiliki kewenangan.
“Ketika kami mendapatkan informasi mengenai kondisi Bapak Khamim, yang paling utama adalah memastikan beliau mendapatkan pertolongan dan tidak dibiarkan menghadapi kondisinya seorang diri. Kami kemudian berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan beliau dapat ditangani, mulai dari kebutuhan dasar hingga pendampingan dan koordinasi dengan Dinas Sosial,” ujar Muhammad Ardian.
Menurutnya, penanganan masyarakat yang membutuhkan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
“PLN tentu memiliki keterbatasan dalam penanganan sosial. Karena itu, kolaborasi menjadi sangat penting. Kami membantu memfasilitasi kebutuhan yang bisa kami dukung, kemudian menghubungkan dengan pihak terkait agar penanganannya dapat berlanjut. Yang paling membahagiakan adalah ketika beliau akhirnya dapat kembali kepada keluarga,” tambahnya.
Ardian berharap kepedulian seperti ini dapat mendorong masyarakat untuk semakin peka terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
“Kadang masyarakat yang membutuhkan pertolongan berada sangat dekat dengan kita, tetapi kondisinya tidak terlihat. Karena itu, ketika ada informasi atau temuan seperti ini, jangan ragu untuk berkoordinasi dan mencari bantuan. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula pertolongan dapat diberikan,” ungkapnya.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian dari nilai yang perlu terus hidup dalam keseharian insan PLN.
“PLN hadir di tengah masyarakat bukan hanya melalui layanan kelistrikan. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, kepedulian dan empati juga menjadi bagian dari nilai kemanusiaan yang harus kita jaga. Apa yang dilakukan terhadap Bapak Khamim menunjukkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun memiliki arti yang besar,” ujar Muhammad Joharifin.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menangani persoalan sosial di masyarakat.
“Tidak semua persoalan dapat diselesaikan oleh satu pihak. Karena itu, sinergi antara PLN, masyarakat, pemerintah daerah, Dinas Sosial dan unsur terkait lainnya menjadi sangat penting. Tujuannya sama, yaitu memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak terlewatkan dan mendapatkan penanganan yang sesuai,” tambahnya.
Menurut Joharifin, keberhasilan pendampingan tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi dari perubahan kondisi yang dirasakan penerima manfaat.
“Bantuan yang paling berarti adalah ketika seseorang yang sebelumnya berada dalam kondisi sulit kemudian mendapatkan perhatian, memperoleh akses terhadap bantuan yang dibutuhkan, dan kembali memiliki lingkungan yang dapat mendukungnya. Semoga Bapak Khamim dapat menjalani hari-harinya bersama keluarga dengan lebih tenang dan mendapatkan pendampingan yang baik,” ungkapnya.
Pendampingan terhadap Bapak Khamim menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial insan PLN UP3 Cirebon. Dari kebutuhan dasar hingga koordinasi dengan pihak terkait, setiap langkah dilakukan untuk memastikan bantuan tidak berhenti pada pemberian materi semata.
Kisah tersebut juga menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana: mau melihat, mau mendengar, dan mau bertindak ketika ada seseorang yang membutuhkan pertolongan.
Bagi Bapak Khamim, perjalanan kembali ke Arjawinangun bukan sekadar perjalanan pulang. Di sana ada keluarga yang kembali menjadi tempat berbagi, lingkungan yang dapat memberikan perhatian, dan harapan untuk menjalani hari-hari dengan lebih baik.
Karena terkadang, bantuan terbaik bukan hanya tentang apa yang kita berikan, tetapi tentang bagaimana kita memastikan seseorang tidak lagi menghadapi hidup seorang diri.(via).





