KUNINGAN, (SW)– PT PLN (Persero) mengerahkan 30 tim dengan total 223 personel untuk melaksanakan Bakti Kolaborasi Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Tegangan Menengah metode sentuh langsung di Kabupaten Kuningan, Kamis (24/9/2026).
Ke 223 personel PDKB tersebut disebar di berbagai tempat di wilayah Kabupaten Kuningan dumlah titik pekerjaan sebanyak 304 dan energi yang diselamatkan 1.022.025.

Personel yang terlibat berasal dari unit PLN di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memperkuat keandalan jaringan listrik sekaligus meningkatkan kompetensi dan kolaborasi antarunit.
General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin menegaskan bahwa pekerjaan PDKB memungkinkan pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik dilakukan tanpa harus memadamkan aliran listrik kepada pelanggan.
Meski pekerjaan dilakukan dalam kondisi jaringan tetap bertegangan, Joharifin menekankan bahwa keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama.
“Target pekerjaan penting, keandalan penting, pelayanan kepada pelanggan penting, tetapi keselamatan jauh lebih penting,”jelasnya.
Personel Diminta Patuh SOP dan Hentikan Pekerjaan Jika Tidak Aman.
Senior Manager Distribusi PLN UID Jawa Barat Khairul Lingga juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan pekerjaan sesuai kompetensi masing-masing.
Disiplin terhadap standar operasional prosedur (SOP), komunikasi antaranggota tim, serta keberanian menghentikan pekerjaan menjadi hal yang ditekankan dalam pelaksanaan PDKB.
Menurut Khairul, personel tidak perlu melanjutkan pekerjaan apabila menemukan kondisi yang dinilai tidak aman.
Ketua Komisi PDKB Tegangan Menengah PLN Pusat Heru Rianto menyebut kegiatan tersebut mencakup 343 pekerjaan. Dari pelaksanaan pekerjaan itu, estimasi energi yang dapat diselamatkan mencapai 1.222.055 kWh atau sekitar Rp1 miliar.
Heru menjelaskan bahwa keberhasilan PDKB tidak hanya diukur berdasarkan nilai ekonomi dari energi yang dapat diselamatkan.
Keandalan sistem dan kontinuitas pasokan listrik menjadi bagian penting. Kepatuhan terhadap prosedur, transfer kompetensi antarpersonel, serta keselamatan kerja juga menjadi indikator yang harus dijaga dalam pelaksanaan kegiatan.
Pelaksanaan PDKB di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat juga masuk dalam pencatatan Rekor MURI.
Pengajuan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan PDKB Tegangan Menengah metode sentuh langsung oleh 30 tim dengan 222 personel secara serentak di satu lokasi dalam satu hari.
Manajer K3LK PLN Jamaluddin kembali menegaskan pentingnya penerapan prinsip safety first selama pekerjaan berlangsung.
Seluruh personel diminta memahami potensi bahaya sebelum bekerja. Penggunaan alat pelindung diri (APD), pemeriksaan kelayakan peralatan, serta briefing sebelum pekerjaan juga menjadi bagian yang harus diterapkan.
Personel juga diminta menerapkan Stop Work Authority apabila menemukan kondisi yang tidak aman selama pekerjaan berlangsung.
“Berangkat dengan selamat, bekerja dengan selamat dan pulang dengan selamat, karena keluarga menunggu di rumah,”pesannya.
Pemkab Kuningan Apresiasi Kolaborasi PLN
Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani yang membacakan sambutan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar turut mengapresiasi kegiatan kolaborasi PLN tersebut.
Menurut Pemkab Kuningan, kerja sama PLN dalam menjaga keandalan jaringan listrik menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kelistrikan bagi masyarakat di wilayah Kuningan.
Pemkab Kuningan juga berharap sinergi dengan PLN terus diperkuat, terutama untuk memastikan akses dan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat.
Joharifin menegaskan kembali pentingnya keseimbangan antara target pekerjaan, keandalan jaringan, pelayanan kepada pelanggan, dan keselamatan personel.
“Keandalan adalah tanggung jawab kita, kolaborasi adalah kekuatan kita, dan keselamatan adalah prioritas kita,” pungkas Joharifin. (*)





