
INDRAMAYU, (SW) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu dan seluruhPimpinan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di wilayah KabupatenIndramayu menegaskan komitmen bersama untuk bersatu padudan bersinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerahmelalui penguatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Modal Kerja bagi UMKM. Komitmen tersebutdisampaikan dalam kegiatan audiensi yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Indramayu dan dihadiri oleh Bupati Indramayu, Sekretaris Daerah, serta Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Indramayu.
Audiensi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskankebijakan, program, dan langkah konkret antara OJK, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), PemerintahDaerah, dan Lembaga Jasa Keuangan dalam memperluas aksespembiayaan produktif yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Penyaluran pembiayaan di Wilayah Ciayumajakuning, khususnya Kabupaten Indramayu, menunjukkan peran strategisLembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam mendukung pertumbuhanekonomi daerah. Hingga 30 November 2025, penyaluran KreditUsaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Indramayu tercatat sebesarRp1,28 triliun dengan jumlah debitur 28.294, sementarapenyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) mencapai Rp3,8 triliun, atau sekitar 19% dari total penyaluran KMK Ciayumajakuning.
Capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif perbankan dan LJK lainnya di Wilayah Kerja Indramayu yang secara konsistenmemperluas akses pembiayaan kepada UMKM, khususnyapada sektor unggulan daerah seperti pertanian, perikanantangkap, garam, dan industri kreatif batik complongan. Sinergiantara OJK, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan LJK menjadi kunci dalam memastikan pembiayaan tersalurkansecara inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Dengan jumlah UMKM mencapai 559.118 unit, di mana sektorpertanian masih mendominasi, dukungan LJK melalui KUR dan KMK berperan penting dalam menjaga keberlangsungan usaha, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kenaikan skalabisnis UMKM Indramayu. Hal ini sekaligus memperkuatkontribusi Indramayu terhadap perekonomian regional Jawa Barat.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan bahwadinamika sektor pertanian, perikanan, dan UMKM di Kabupaten Indramayu menuntut ketersediaan pembiayaan yang mudah diakses, cepat, dan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Oleh karena itu, peran aktif Lembaga Jasa Keuangansangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pembiayaanmasyarakat, sekaligus mendorong perubahan perilaku agar masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan lembagakeuangan formal.
Selanjutnya, Bupati Indramayu juga menyampaikan komitmendan dukungan penuh terhadap penguatan edukasi dan literasikeuangan di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu. Dukungantersebut diwujudkan melalui sinergi bersama OJK dan Lembaga Jasa Keuangan dalam program literasi dan inklusi keuanganhingga tingkat kecamatan dan desa, guna membangunpemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuanganyang legal, aman, dan bertanggung jawab.
“Banjir yang melanda Indramayu pada bulan Januari 2026 inimenyebabkan 11.000 hektar tambak ikan, udang, dan bandeng terdampak. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkankebutuhan pembiayaan bagi pelaku usaha perikanan dan UMKM sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi” – ujarLucky Hakim.
Oleh karena itu, penguatan sinergi pembiayaan melalui KUR dan Kredit Modal Kerja menjadi langkah strategis untukmenjaga keberlangsungan usaha masyarakat serta mendorongpemulihan ekonomi daerah secara lebih cepat dan terukur.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwapenguatan sinergi antara OJK, Pemerintah Daerah, dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) merupakan kunci utama dalammendorong UMKM naik kelas sekaligus memperkuat strukturekonomi daerah.
“Capaian penyaluran KUR dan Kredit Modal Kerja di Kabupaten Indramayu mencerminkan kuatnya sinergi antaraOJK, Pemerintah Daerah, dan Lembaga Jasa Keuangan dalammendorong pertumbuhan ekonomi daerah. OJK terusmendorong LJK di Wilayah Kerja Indramayu untukmemperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi UMKM dan sektor unggulan daerah, sehinggamampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraanmasyarakat,” ujar Agus Muntholib.
OJK Cirebon terus mendorong optimalisasi peran LJK dalampenyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Modal Kerja (KMK) yang berkualitas, didukung dengan edukasi dan literasi keuangan secara berkelanjutan, sehingga masyarakattidak hanya memiliki akses keuangan, tetapi juga mampumengelola pembiayaan secara sehat, produktif, dan bertanggungjawab.
Seluruh Lembaga Jasa Keuangan di wilayah kerja KabupatenIndramayu menyatakan kesiapan untuk mendukung agenda penguatan pembiayaan UMKM melalui KUR dan Kredit Modal Kerja, serta berperan aktif dalam kegiatan edukasi dan literasikeuangan yang terintegrasi dengan program Pemerintah Daerah dan TPAKD.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk membentukperilaku keuangan masyarakat yang lebih sehat, meningkatkankepercayaan terhadap industri jasa keuangan formal, sertamendorong optimalisasi penyaluran KUR dan Kredit Modal Kerja bagi UMKM dan sektor unggulan daerah.
Melalui audiensi ini, OJK Cirebon, Pemerintah KabupatenIndramayu, dan Lembaga Jasa Keuangan menegaskankomitmen bersama untuk terus bersinergi dalam memperluasakses keuangan, memperkuat kapasitas UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah KabupatenIndramayu secara inklusif dan berkelanjutan.(via)





