INDRAMAYU, (SW) – Menghadapi anomali cuaca dan intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang di wilayah Jawa Barat, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Indramayu memperkuat kesiagaan personel dan infrastruktur guna menjamin kelancaran pasokan listrik ke masyarakat.

Manager PT PLN (Persero) UP3 Indramayu, Suharno, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan tim teknis yang tersebar di berbagai unit layanan di Kabupaten Indramayu. Menurutnya, gangguan listrik saat cuaca ekstrem sering kali disebabkan oleh pohon tumbang atau sambaran petir pada jaringan.
“Kondisi cuaca beberapa hari terakhir memang cukup menantang. Hujan deras terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Indramayu. Bahkan genangan air hingga banjir terjadi dimana-mana. Kami terus melakukan patroli jaringan dan pemangkasan dahan pohon yang sudah mendekati kabel PLN sebagai langkah antisipasi,” jelas Suharno.
Ia juga menambahkan beberapa poin penting terkait prosedur keamanan saat terjadi banjir:
– Pemutusan Aliran: PLN akan memadamkan listrik jika gardu atau rumah warga terendam banjir demi menghindari korsleting dan bahaya sengatan listrik.
– Imbauan Masyarakat: Warga diminta segera mematikan MCB jika air mulai masuk ke dalam rumah.
– Pelaporan: Gunakan aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan gangguan atau dahan pohon yang mulai menyentuh kabel.
– Penanganan Cepat Melalui Digitalisasi
PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Segala bentuk keluhan terkait gangguan kelistrikan kini dapat diakses lebih cepat melalui satu pintu.
“Kami menyiagakan petugas 24 jam. Jika terjadi kendala, masyarakat tidak perlu ragu untuk melapor melalui PLN Mobile. Petugas kami di lapangan akan segera merespons dengan tetap memperhatikan standar keamanan (K3) di tengah cuaca ekstrem,” lanjut Suharno.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa seluruh unit di bawah naungan UID Jawa Barat telah diinstruksikan untuk memprioritaskan keselamatan warga dan kecepatan dalam penanganan gangguan akibat faktor alam.
“Kami telah memetakan titik-titik rawan terdampak cuaca ekstrem di seluruh Jawa Barat. Fokus utama kami adalah memastikan sistem kelistrikan tetap andal, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan ketenagalistrikan bagi masyarakat,” ujar Sugeng Widodo.(via).





