
KUNINGAN, (SW) — PLN UP3 Cirebon melalui PLN ULP Kuningan melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi kepada Anggota Komisi XII DPR RI, Bapak Rokhmat Ardian, sebagai tindak lanjut penguatan kolaborasi untuk percepatan program elektrifikasi, dukungan infrastruktur kendaraan listrik, dan peningkatan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Kuningan.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati beberapa poin penting untuk ditindaklanjuti bersama, yaitu:
– Dukungan dan percepatan program BPBL 2025 untuk memperluas akses listrik rumah tangga tidak mampu.
– Usulan penambahan SPKLU Ultra Fast Charging di Kafe Kajene, Kuningan (tahap kajian teknis–komersial dan perizinan).
– Dukungan kelistrikan untuk rencana pembangunan hotel di kawasan Arunika, termasuk penyediaan kapasitas dan keandalan jaringan yang memadai.
– Peningkatan keandalan listrik di wilayah Arunika dan sekitarnya, melalui optimalisasi jaringan, pemeliharaan kubikel–gardu, dan manuver beban terencana.
Imam Ahmadi, Manager PLN UP3 Cirebon, menyampaikan, “PLN siap bergerak cepat. Seluruh masukan dari Bapak Rokhmat Ardian akan kami tindak lanjuti melalui kajian teknis yang terukur, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan dunia usaha di Kuningan. Keandalan adalah prioritas kami.”
Bapak Rokhmat Ardian menyambut baik langkah proaktif PLN.
“Kami mendukung percepatan BPBL 2025 dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Penambahan SPKLU serta peningkatan keandalan di wilayah Arunika sangat strategis untuk pertumbuhan ekonomi lokal dan kenyamanan masyarakat,”ujarnya.
Rencana Tindak Lanjut (High-Level)
1. BPBL 2025: finalisasi data cleansing calon penerima, pemetaan jaringan, dan timeline pemasangan bertahap.
2. SPKLU Ultra Fast Charging Kafe Kajene: survei lokasi & kelayakan daya, load flow jaringan, skema bisnis (Partnership/Greenfield), dan proses perizinan.
3. Dukungan Hotel Kawasan Arunika: assessment kebutuhan daya awal–ultimate, opsi temporary supply, dan kesiapan material–konstruksi.
Keandalan Arunika & Sekitarnya: preventive maintenance gardu/kubikel, penataan beban fasa, pemasangan proteksi sesuai standar, serta manuver untuk meminimalkan SAIDI–SAIFI.
PLN mengapresiasi dukungan semua pemangku kepentingan dan mengundang kolaborasi aktif pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas untuk bersama mewujudkan listrik yang andal, merata, dan berkelanjutan.(via/rls).





