KUNINGAN, (SW)– Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, longsor, dan angin kencang, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuningan di bawah naungan PLN UP3 Cirebon menyiapkan serangkaian langkah strategis untuk memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga.
Kesiapsiagaan ini dilakukan melalui lima fokus utama:
1. Monitoring & Koordinasi
PLN ULP Kuningan secara rutin memantau prakiraan cuaca dari BMKG, membentuk posko siaga bencana di unit-unit kerja, serta menjalin koordinasi dengan BPBD, aparat daerah, dan instansi terkait untuk mempercepat respons bila terjadi kondisi darurat.

2. Kesiapsiagaan Personel & Peralatan
Petugas piket disiagakan 24 jam penuh, dilengkapi kendaraan operasional, genset, APD (Alat Pelindung Diri), serta perlengkapan pemulihan jaringan. PLN juga menyiapkan material cadangan seperti kabel, tiang, dan trafo untuk memastikan percepatan perbaikan bila terjadi gangguan.
3. Pengamanan Jaringan & Infrastruktur
Patroli intensif dilakukan di wilayah rawan bencana. Petugas melakukan pemangkasan pohon yang berpotensi roboh menimpa jaringan, serta mengamankan gardu, panel, dan instalasi listrik dari ancaman banjir.
4. Pelayanan Pelanggan & Respons Cepat
PLN memastikan pelayanan pelanggan berjalan optimal melalui Contact Center PLN 123 dan aplikasi PLN Mobile. Informasi kondisi kelistrikan juga disampaikan secara real time melalui kanal resmi, dengan prioritas utama menjaga pasokan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, pusat data, dan kantor pemerintahan.
5. Pemulihan & Evaluasi
Jika terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem, PLN akan melakukan penormalan secepat mungkin. Setelah kondisi aman, dilakukan evaluasi serta perbaikan berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan keandalan sistem ke depan.
Manager PLN UP3 Cirebon, Imam Ahmadi, menegaskan bahwa langkah siaga ini adalah bagian dari komitmen PLN untuk melayani masyarakat dalam kondisi apapun.
“Cuaca ekstrem tidak bisa kita prediksi secara pasti, tetapi dengan kesiapsiagaan personel, peralatan, dan koordinasi lintas instansi, PLN memastikan suplai listrik tetap andal serta pelanggan mendapat pelayanan terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Kuningan, Febby Aditia, menambahkan bahwa kesiapan di lapangan menjadi kunci keberhasilan siaga bencana.
“Kami memastikan seluruh petugas siap siaga 24 jam, material cadangan tersedia, dan jalur komunikasi dengan stakeholder berjalan baik. Dengan langkah ini, kami optimistis gangguan akibat cuaca ekstrem bisa diminimalisir dan layanan kepada pelanggan tetap terjaga,” jelasnya.
Dengan strategi siaga bencana ini, PLN ULP Kuningan optimistis dapat meminimalisir dampak cuaca ekstrem terhadap sistem kelistrikan, sekaligus mendukung terciptanya rasa aman bagi seluruh pelanggan di Kabupaten Kuningan.(via/rls).





